Berbulan-Bulan Menetap di Huntara, Korban Banjir Dan Longsor Lebak Tagih Janji Huntap
Bukabaca.id, Lebak – Pada Januari 2020 lalu Lebak digegerkan oleh bencana banjir bandang dan juga longsor. Hingga saat ini sebagian Warga Lebak masih menetap di Hunian Sementara (Huntara). Ada sebanyak 115 Kepala Keluarga yang masih berada di lokasi Huntara tersebut.
Huntara itu terbuat dari bambu yang beratapkan tenda serta beralaskan terpal yang terletak di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Jawa barat. Warga yang masih menempati Huntara tersebut menagih janji pemerintah daerah dan juga pusat agar segera melakukan relokasi terhadap korban bencana banjir dan longsor.
“Hunian tetap itu sekarang belum ada kepastian, belum jelas. Istilahnya tempatnya di mana pun belum ada kepastian,” ujar Ketua RT, Amin, saat ditemui di huntara di Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. Dilansir dari detikNews, Jumat (30/11/2020).
Seluruh warga yang menetap sementara di Huntara ini hidup terkatung-katung. Belum lagi mereka diperhadapkan dengan tenda yang bocor dan tanah yang becek ketika hujan melanda. Karena kawasan pengingsian itu berada diatas tanah merah.
Amin melanjutkan, untuk bertahan hidup, warga hanya mengandalkan sedikit bantuan dari BNPB dan juga relawan yang kerap kali berkunjung ke Huntara tersebut. Rata-rata warga yang masih menetap di Huntara ini adalah warga dengan kampung yang sama, mereka juga mempunyai kendala yang sama yaitu rumahnya masih tertimbun longsor.
“Pengen cepat, saya mau nanyain itu kapan. Kalau bisa mah dibuat rumah aja, cuma itu doang keinginan warga mah,” ucap Amin.
Merasakan hal yang sama seperti warga yang ada di Huntara, Diah selaku warga juga bercerita. Akibat rumah yang tertimbun longsor, baru sebagian warga yang sudah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp. 50 juta. Selain tidak mencukupi untuk membangun rumah, dana tersebut juga penyebarannya belum merata ke semua korban bencana.
“Kebanyakan yang rumahnya dampas (longsor) nggak dapat,” ujar Diah.
Warga juga meminta dengan baik kepada pemerintah pusat ataupun daerah agar segera direlokasikan ataupun mencarikan tempat tinggal yang layak. Apalagi lokasi yang dijadikan sebagai Huntara adalah tanah milik perusahaan yang sewaktu-waktu bisa saja diambil kembali.
“Kalau dibangun kami harus kemana pindahnya, itu sekarang yang dipikirkan. Kami pengen itu sama ibu Iti (bupati Lebak) sama gubernur dan juga Jokowi itu pengen secepatnya kami ditempatkan. Menunggu kepastian pemerintah. Sampai sekarang nggak ada kepastian,” kata Diah.
Warga lain bernama Sani, menyebutkan warga juga tidak mau kalau ingin dipindahkan ke tanah mereka yang bekas longsor. Sebab, disana warga masih ditakutkan dengan adanya longsor susulan karena lokasinya masih rawan akan longsor.
“Kami nggak mau kembali ke tempat kemarin lagi, disuruh ke kampung Cigobang yang kemarin dampas (longsor) itu kami nggak mau. Saya minta dipercepat tempat tinggal yang nyaman,” tutup Sani. (Ainun Muhammad)
























