Keren, Bakal Hadir Bangunan Megah Twin Tower dengan 36 Lantai di Sulsel, NA: Budaya Baru!
bukabaca.id, Makassar – Sebuah Bangunan megah Twin Tower akan segera dibangun PT Waskita Karya Tbk (Wika). Ini sebagai ditandai dengan teken kontrak kerja konstruksi terintegrasi rancang dan bangun pembangunan Twin Tower di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, antara Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Sulsel dengan PT Waskita Karya Tbk di Gubernuran Sulsel Jl Sungai Tangka Makassar, Rabu (4/11/2020).
“Alhamdulilah, pagi ini Pemprov Sulsel melalui PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel dengan PT. Waskita Karya melakukan penandatanganan kontrak kerja pembangunan gedung Twin Tower yang rencananya akan dilakukan groundbreaking pada 7 November 2020 di kawasan CPI,” tulis Nurdin Andullah, Gubernur Sulsel.

Twin Tower merupakan gedung kembar berlantai 36 dengan konsep menyatukan Kantor-kantor Pemerintahan Sulsel untuk menciptakan sinergitas dan soliditas serta kolaborasi antar perangkat pemerintah, sehingga kita harapkan dapat membangun Sulsel dengan lebih baik dan efisien.
Nurdin juga mengatakan bahwa kelak menara kembar ini juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa serta fasilitas publik, sehingga masyarakat juga dapat menikmati fasilitas yang ada di gedung tertinggi di Kawasan Timur Indonesia ini nantinya.
Bangunan Twin Tower yang berlantai 36 tersebut, menurut NA akan menjadi kantor Pemerintahan Sulawesi Selatan. Satu tower untuk eksekutif dan satu tower untuk legislatif.
Selain itu, Twin Tower ini juga akan menjadi sebuah peradaban baru perkantoran pemerintah yang koneksi dengan mal, perhotelan, dan ruang publik.
Diketahui bahwa dalam kontrak tersebut, PT Wika akan membangun Twin Tower selama 18 bulan sejak groundbreaking 7 November 2020 mendatang. Menurut Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Perseroda sebagai pihak yang akan mengelola Twin Tower dan PT Wika sebagai pihak yang akan membangun kontruksi.
“Bangunan ini akan menjadi sebuah energi perubahan peradaban sistem kerja di pemerintahan. Lambang sinergitas. Pemerintah Sulsel akan bersatu di kantor yang megah,” jelas NA.
Lebih lanjut kata Nurdin, bahwa Pemerintah yang berkantor di Twin Tower adalah sebuah budaya baru.

“Ini menciptakan sebuah kantor yang mengesankan modern, sinergi. Ini budaya baru. Kayaknya sebuah mal,” katanya.
Terkait anggaran pembangunan Twin Tower sendiri katanya tanpa menggunakan anggaran APBD dan APBN. Semuanya dari pihak ketiga. Diakui bahwa rencana pembangunan gedung pemerintahan Sulsel yang dibiayai pihak ketiga sebesar Rp 1.9 triliun ini sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Sekadar diketahui bahwa turut hadir pada acara tersebut Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani, Dirut Perseroda M Taufik Fachruddin, Komisaris Utama PT Jamkrida Prof Gagarin, Prof Marsuki DEA, Senior Vice Presiden Devisi VII PT Wika, Septiawan, Proyek Manager PT Wika Bonie Butarbutar, dan undangan lainnya.
























