Harga Ayam Potong Melejit, di Pasar Daya Mencapai Rp105 Ribu per Ekor
bukabaca.id, Makassar – Bulan suci ramadan akan segera berlalu. Setelah itu datanglah hari kejayaan, hari di mana umat Islam merayakan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa ramadan.
Saat menyambut hari raya Idulfitri, biasanya masyarakat hendak mempersiapkan hidangan serta sajian makanan yang nikmat untuk disantap bersama keluarga besar.
Menghidangkan berbagai jenis menu makanan, seperti ketupat, buras, lontong, dengan tambahan lauk nikmat berupa opor ayam, sup, bakso, soto ayam, sate ayam, sate daging, kari ayam dan sebagainya.
Namun sayangnya, harga ayam potong saat menjelang hari raya sangat melonjak tinggi. Hal tersebut diketahui setelah redaksi bukabaca.id melakukan konfirmasi dengan salah satu pedagang ayam di pasar Daya Makassar. Ia mengatakan bahwa harga ayam potong kian melonjak semenjak 1 minggu menjelang lebaran.
“Harga ayam naik drastis. Sejak satu minggu sebelum lebaran ini naik juga. Paling kecil ayam harganya itu Rp60-75 ribu dan yang besar Rp80-85 ribu,” ujar Tio, Selasa (11/5/2021).
“Sementara untuk sekarang, kurang 2 hari lebaran harganya paling kecil itu Rp80-90 ribu, sementara yang besarnya itu sampai ratusan ribu, ada yang Rp90-95 ribu, ada juga yang Rp100-105 ribu,” imbuhnya.
Lebih lanjut menurut Tio, kenaikan harga ayam potong sudah biasa terjadi setiap menjelang hari-hari tertentu seperti hari raya lebaran atau hari-hari besar lainnya.
“Kalau naiknya harga ayam itu sudah biasa kalau mau lebaran begini, sama hari-hari besar kayak tahun baru juga begitu. Karena banyak yang membutuhkan, jadi naik harganya. Kan banyak orang mau bikin sate ayam, opor, atau makanan untuk disajikan pas kumpul keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelanggan yang juga kerap belanja di pasar Daya, Mule juga mengaku bahwa harga ayam sangat mahal, dan menurutnya harga ayam hampir setara dengan daging sapi.
“Mahal sekali ayam ini karena mau lebaran. Naik sekali harganya, hampir menyamai harga daging sapi. Kalau saya mending daging sapi langsung beli, enak,” pungkasnya.
Meskipun kita tak menghidangkan makanan dari daging ayam, namun eksistensi lebaran akan tetap nikmat ketika kita bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Namun sayangnya, mudik lebaran dilarang sehingga kita hanya bisa bertemu dengan keluarga melalui digital saja. (Dev/Dev)























