Sapma PP Komisariat Eremerasa Sukses Gelar Dialog Tentang Keperempuanan
bukabaca.id, Bantaeng – Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Komisariat Eremerasa menggelar kegiatan dialog tentang keperempuanan, Sabtu (29/5/2021).
Kegiatan dialog tersebut mengusung tema perempuan bisa apa? yang diselenggarakan di gedung PKBM, Desa Mappilawing, kecamatan Eremerase, kabupaten Bantaeng.
Dalam dialog tersebut membahas terkait apa saja yang bisa dilakukan oleh perempuan. Perempuan itu pada hakikatnya tidak boleh dipandang remeh, dan perempuan pun juga memiliki hak yang sama di mata UUD 1945.
Diketahui bahwa ada banyak kasus-kasus tindakan kriminal terhadap perempuan dan mencegah paham radikal yang mudah menghasut banyak perempuan untuk melakukan hal yang merugikan, baik untuk dirinya maupun perempuan seperti kasus yg terjadi di beberapa rumah peribadatan non muslim.
Dalam berlangsungnya kegiatan tersebut, Sasmita selaku Ketua Panitia berharap semoga setelah diselenggarakannya dialog tersebut bisa menambah wawasan terkait pemberdayaan perempuan.
“Harapan saya dengan diadakannya Dialog Ke-perempuanan ini kita bisa bercerita atau saling sharing perihal pemberdayaan perempuan, bagaimana perlindungan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan dan tahu bagaimana untuk menghargai posisi perempuan khususnya bagi perempuan itu sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Indah Pratiwi M selaku pemateri mengatakan bahwa perempuan harus bisa segalanya, perempuan harus menghargai sebuah proses. Begitu banyak harapan disematkan pada perempuan agar dapat berperan lebih aktif ditengah masyarakat, namun pada pelaksanaannya justru masih juga ada anggapan masyarakat yang tidak menginginkan perempuan aktif di tengah kegiatan masyarakat.
“Perempuan harus bisa segalanya. Kunci besar dari bisa segalanya adalah menghargai sebuah proses. Begitu banyak harapan disematkan pada perempuan agar dapat berperan lebih aktif ditengah masyarakat, namun pada pelaksanaannya justru masih ada juga anggapan masyarakat yang tidak menginginkan perempuan aktif di tengah kegiatan masyarakat,” ungkapnya.
Bahkan katanya, belum lagi stigma yang berkembang di masyarakat, desa pada khususnya, di mana budaya mengharuskan para perempuan terkungkung dalam dunia domestik. Sedangkan dunia publik untuk perempuan di anggap tabu.
Pertentangan-pertentangan itulah yang membuat kajian tentang peran perempuan dalam masyarakat masih harus terus ditingkatkan dan meminta partisipasi setiap elemen masyarakat untuk mensosialisasikannya.
Apresiasi besar patut di sematkan untuk penyelenggara kegiatan kajian keperempuanan terkhusus untuk Sapma Komisariat Eremerasa. Harapan besar kegiatan kajian seperti ini terus berlanjut dengan realitas perempuan-perempuan pelosok mampu mengekspresikan diri bersama kebaikan.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh beberapa OKP termasuk KNPI kecamatan Eremerasa, Ketua karang taruna kecamatan Eremerasa, BKPRMI dan organisasi kepemudaan lainnya. (Eka)























