Soroti Pengelolaan Sampah di Mamminasata, WALHI Sulsel Paparkan Hasil Riset Investigasinya
bukabaca.id, Makassar – Menuju hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2021 besok, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan memaparkan hasil temuannya melalui riset investigasi selama 46 hari dengan observasi dan wawancara mendalam.
Di mana diketahui bahwa dalam riset yang dilakukan turut melibatkan berbagai instansi daerah, lapisan masyarakat serta petugas TPA. Terkait persepsi dan pengelolaan sampah di Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mamminasata.
Dalam hal ini, Mira Janna selaku Ketua Tim Riset Sampah WALHI Sulsel memaparkan hasil temuan mereka dengan judul ‘Dari Hulu ke Hilir: Persepsi dan Pengelolaan Sampah di KSN Mamminasata’ dengan platform zoom meeting, Jumat (4/6/2021).
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Riset Sampah WALHI Sulsel menuturkan bahwa baik pengelolaan maupun infrastruktur TPA yang ada di KSN Mamminasata masih jauh dari harapan.
“Kondisi ini kemudian diperparah dengan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di KSN Mamminasata sekitar 0,51 kg/hari/orang,” ungkap Mira.
Selain itu, Mira juga menekankan bahwa sistem pengelolaan TPA yang ada di KSN Mamminasata seperti TPA Tamangapa Antang Makassar, TPA Balang Takalar, TPA Bonto Ramba Maros, dan TPA Cadddika Gowa semuanya belum mengadopsi sistem pengelolaan berbasis sanitary landfill.

“Artinya, baik dari hulu maupun hilir, aspek pengelolaan sampah di KSN Mamminasata itu masih kurang maksimal,” Tegas Mira dalam presentasinya.
Lebih lanjut Mira juga menyarankan jika akan ada pembangunan TPA yang baru untuk menerapkan Sistem Control Landfill yang dapat dikelola secara berkelanjutan
Di waktu yang bersamaan, Makmur selaku Direktur YAPTA-U sebagai penanggap juga berkomentar terkait dengan kondisi sampah di KSN Mamminasata. Menurutnya, kondisi sampah di Mamminasata sudah sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi dengan kondisi TPA Tamangapa Antang yang belum terkelola dengan baik sampai hari ini,
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel, Andi Rahmawati juga memberi tanggapan bahwa pengelolaan sampah di KSN Mamminasata harus bersinergi dengan masyarakat sipil, tanggapan tersebut menuai pertanyaan salah satu awak media perihal langkah konkret yang dilakukan DLH dalam menyikapi persoalan sampah.
“Dari kami telah menempuh langkah sosialisasi yang sampai dor to dor, upaya pembinaan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek), program Adiwiyata yang melibatkan sekolah serta melalui kerjasama Bank Sampah dan Tim Worl Clean up Day (WCD) Sulsel,” jelasnya
Semehtara itu, Leader WCD Sulsel 2021 yang dikonfirmasi secara terpisah, Rahima Rahman mengatakan bahwa timnya selama ini telah melakukan kerjasama dalam agenda gerakan bersih-bersih sedunia setiap 19 September.
“Untuk tahun ini harapan kami tetap sama, yaitu bersama-sama dalam peran aktif DLH melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat, secara khusus pihaknya dapat melakukan hal lebih melalui produk kebijakannya,” lanjutnya
Terakhir, Ketua Tim Riset Sampah WALHI SulSel, Mira Janna menyampaikan beberapa rekomendasi terkait dengan pengelolaan sampah di KSN Mamminasata.
“Tingkatkan sistem pengelolaan sampah di KSN Mamminasata menjadi sanitary landfill, perkuat implementasi regulasi yang sudah ada, kaji ulang pembangunan PLTSa, lakukan kajian analisis sosial-lingkungan terkai penentuan TPA Regional Mamminasata, dan libatkan masyarakat secara meluas dalam gerakan pengurangan dan penanganan sampah,” tutup Mira.























