Jadi Pembicara di Sharing Bareng Kominfo, Puang Fadli: Bermedsos Harus Bijak, Jangan Sok Tahu

bukabaca.id, Makassar – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI bersama Indonesia maju, dan Siber Kreasi berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sharing bersama di program ‘Dakwah yang Ramah Internet’, Kamis (17/6/2021).

Kegiatan tersebut diselenggarakan hampir setiap hari di berbagai wilayah. Hal ini dikarenakan kegiatan dilakukan melalui virtual dengan aplikasi zoom, sehingga memungkinkan untuk seluruh wilayah bisa tergabung dalam sharing tersebut.

Pada sharing kali ini Kominfo menghadirkan 3 narasumber sekaligus, diantaranya yakni Dr. Citra Rosalyne Anwar (Dosen Universitas Negeri Makassar/Japelidi), Dr. Badruzzaman M.Pd (Peneliti Ahli Madya Balai Litbang Makassar), dan Andi Muh Fadli (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar).

Dalam pemaparannya, seluruh narasumber membahas terkait bagaimana media sosial itu layak digunakan dengan sebaik-baiknya, tanpa harus menimbulkan hal-hal negatif bagi diri sendiri.

Dalam pemaparannya, Andi Muh Fadli yang diketahui merupakan Dosen Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar sempat membahas terkait manfaat dalam menerapkan internet safety.

“Dalam menerapkan Internet safety itu ada 4 manfaatnya yaitu menjaga privasi dan Informasi pribadi terjaga keamanannya, membuat manusia lebih nyaman dalam mengakses informasi internet safety juga membuat manusia lebih nyaman dalam mengakses informasi, meminimalisasi tindakan pembajakan akun, serta menghindari tindakan Cyber bullying,” ujar Dosen Komunikasi yang juga kerap disapa Puang tersebut.

Selain itu, ia juga menekankan kepada seluruh pengguna media sosial, terutama pada peserta sharing bahwa untuk di zaman saat ini kita harus menjadi orang yang cerdas dalam bermedsos. Bahkan ia mengajak seluruh peserta untuk tidak sok tahu.

“Kita bermedsos harus bijak jangan sok tahu. Meski tahu, berpikir selalu untuk menahan jempol untuk sembarang berkomentar. Ingat, selalu cek dan ricek jika menulis atau sebelum bagikan sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Satu lagi, medsos bukan media massa media sosial menjadi tanggung jawab pribadi pribadi,” pungkas Mantan Ketua Aji tersebut.

Tak hanya itu saja, Puang juga sempat menyinggung sedikit terkait apa saja tantangan keamanan digital, karena menurutnya seiring perkembangan teknologi, maka ancaman digital pun akan turut berkembang.

“Tantangan keamanan digital itu ada beberapa, yaitu ancaman digital terus berkembang, pembaruan proteksi harus terus dilakukan, kesadaran terkait pentingnya lindungi data pribadi, strategi penipuan makin beragam, kejelian deteksi penipuan harus diasah, rekam jejak sulit dihapus dan selalu jadi incaran, serta konten digital makin menarik sehingga ruang bermain terbatas tingkatkan risiko kecanduan pada anak,” tutupnya.

Sekadar diketahui bahwa selain dihadiri oleh para narasumber atau pembicara, kegiatan sharing dakwah yang ramah Internet tersebut juga turut dihadiri oleh sebanyak 45 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page