Pesan Presiden Prabowo untuk Murid dan Guru Hebat Indonesia

Pesan Presiden Prabowo untuk Murid dan Guru Hebat Indonesia (foto/ist).

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pesan moral dan motivasi yang kuat kepada seluruh pelajar dan tenaga pendidik di Indonesia. Pesan ini disampaikan saat peluncuran program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, yang menandai distribusi massal perangkat papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP atau smartboard) ke berbagai sekolah di Tanah Air.

​Di tengah semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai luhur.

Lima Pilar Pesan Presiden untuk Murid Hebat

Dalam acara peluncuran yang disambut antusias oleh para siswa dan guru, Presiden Prabowo menuliskan pesan pentingnya secara langsung pada smartboard yang baru diluncurkan. Pesan tersebut mencakup lima poin utama, diakhiri dengan seruan semangat “Merdeka!”:

  • ​Belajar yang baik: Menekankan pentingnya semangat dan ketekunan dalam menuntut ilmu sebagai kunci masa depan.
  • ​Cintai ayah dan ibu: Mengajak para siswa untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua.
  • ​Hormati guru! Mengingatkan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang patut dihormati dan dilindungi, sejalan dengan pentingnya peran guru dalam mencerdaskan bangsa.
  • ​Rukun sama teman: Membangun kesadaran akan pentingnya persatuan, kerukunan, dan solidaritas sejak dini.
  • ​Cintai tanah air kita: Menanamkan nilai patriotisme dan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia.

Digitalisasi dan Karakter, Dua Sisi Mata Uang

Presiden Prabowo menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran ini adalah lompatan besar untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional. Pemerintah menargetkan pemasangan hingga 1 juta smartboard di sekolah-sekolah dalam waktu dekat. Perangkat ini bertujuan untuk menciptakan layanan belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan merata di seluruh pelosok negeri, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
​Namun, Presiden juga memberikan pesan penting terkait perawatan teknologi tersebut.

“Saya hanya titip harus dijaga, dirawat, jangan sampai rusak karena ini juga milik murid-murid, milik rakyat semuanya,” tutur Presiden Prabowo, menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab dan kepemilikan kolektif terhadap fasilitas negara.

​Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat keras, tetapi juga pada pengembangan konten pembelajaran berkualitas dan pelatihan guru yang masif. Hal ini menunjukkan bahwa visi pendidikan Indonesia ke depan adalah perpaduan antara kemajuan teknologi dengan penguatan moral dan etika yang tertuang dalam pesan-pesan Presiden.

​Para guru menyambut baik langkah ini, dengan harapan perangkat digital interaktif dapat membantu meningkatkan capaian belajar dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa.

Penulis: Tim Redaksi Edukasi

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page