Miris! Persoalan Beda Agama, Ayah Kandung di Gowa Tega Ancam Anak dan Menantu dengan Badik

Ilustrasi (foto/jawapos).

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Sebuah insiden kekeluargaan yang berujung pada laporan polisi terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hanya karena dipicu persoalan perbedaan keyakinan (agama), seorang ayah kandung berinisial SD dilaporkan telah mengancam anak perempuan dan menantunya menggunakan senjata tajam jenis badik.

Kronologi Kejadian

​Peristiwa mencekam ini terjadi pada Kamis, 26 Desember 2025, sekitar pukul 00.05 WITA di Jalan Pacalaya, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu. Berdasarkan laporan polisi nomor STTLP/B/1358/XII/2025/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN, kejadian bermula saat korban, Kurnia (28), bersama suaminya sedang mengantar adiknya pulang ke rumah.

​Saat sedang beristirahat sejenak sambil menikmati kopi di rumah tersebut, terlapor (SD) melintas dan menanyakan siapa yang berada di dalam rumah. Setelah mengetahui bahwa di dalam adalah anak kandung dan menantunya, terlapor sempat pergi namun tak lama kemudian kembali membawa sebilah badik yang sudah terhunus.

Motif Perbedaan Agama

​Dalam uraian kejadian, terlapor diduga melakukan pengancaman karena merasa tidak senang dengan keberadaan korban dan suaminya di lokasi tersebut. Terlapor mengeluarkan kata-kata pengusiran yang sangat keras terkait perbedaan agama.

​”Pergi kau dari sini, saya tidak mau ada orang kafir datang ke sini,” ujar terlapor sebagaimana tertuang dalam laporan korban.

​Situasi semakin memanas ketika terlapor berupaya memukul bagian kepala korban dengan tangan kosong sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh adik korban dan suami korban.

Langkah Hukum

​Tak terima dengan perlakuan kasar dan ancaman nyawa dari orang tua kandungnya sendiri, Kurnia resmi melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulawesi Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

​Terlapor terancam dijerat dengan dugaan Tindak Pidana Pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP. Saat ini, laporan tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian guna penyelidikan lebih mendalam.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page