Raffi Ahmad Disorot Usai Foto Bareng Haji Isam Viral, Warganet Singgung “Cuci Perasaan Publik”
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Unggahan pemilik akun Instagram @ootd_balqishumaira77 mendadak ramai diperbincangkan warganet. Akun tersebut mengunggah sebuah foto yang menampilkan Raffi Ahmad bersama pengusaha Haji Isam, serta Nagita Slavina, disertai caption bernada kritik sosial dan politik yang cukup tajam.
Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan kalimat yang menyita perhatian publik.
“Raffi Ahmad itu mungkin gak pernah cuci uang, tapi yang paling jelas dia nyuci perasaan lo biar gak curiga sama adegan gelap negara,” tulisnya, Sabtu (3/1/2026).
Tak berhenti di situ, akun tersebut juga menambahkan kalimat lain yang bernuansa sindiran.
“Sorry Fi, kare lo ngibarin bendera jadi jangan salahin gue nabuh genderang ini… music mainkan,” lanjutnya dalam caption foto unggahan tersebut.
Pemilik akun kemudian menegaskan bahwa persoalan yang disorot bukan soal uang, rekening, maupun audit, melainkan perasaan publik. Ia menilai, dalam konteks sosial hari ini, negara tidak lagi menggunakan pendekatan represif, melainkan pendekatan citra melalui figur publik dan selebritas.
Dalam narasinya, Raffi Ahmad disebut sebagai sosok yang memiliki citra “terlalu sempurna” di mata publik. Keberadaan figur selebritas, menurutnya, mampu melunakkan emosi masyarakat yang tengah kritis terhadap pejabat atau pengusaha besar.
Unggahan tersebut juga menyinggung nama Haji Isam, pengusaha besar di sektor tambang dan alat berat. Pemilik akun menilai, ketika sosok pengusaha berdiri sendiri, citranya kerap diasosiasikan dengan konflik dan isu perizinan. Namun, ketika disandingkan dengan figur publik populer, persepsi masyarakat dinilai dapat berubah.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan isu yang menyebut Jhonlin Group tengah mendapat sorotan dari sebagian warga Papua terkait dugaan konflik agraria. Menurut narasi unggahan itu, suara protes warga dinilai tenggelam oleh derasnya konten hiburan di media sosial.
Unggahan tersebut dianalogikan seperti situasi keributan yang tiba-tiba teralihkan oleh hiburan, sehingga perhatian publik bergeser dan konflik utama dianggap mengganggu suasana.
“Bukan soal niat pribadi, tapi soal fungsi dalam sistem,” tulis akun tersebut, yang menegaskan bahwa kritik diarahkan pada peran figur publik dalam ruang sosial, bukan pada karakter personal semata.
Unggahan itu pun menuai beragam reaksi dari warganet di kolom komentar. Sebagian menyuarakan kekhawatiran, sementara lainnya justru membela Raffi Ahmad.
Akun @varopras menuliskan,
“Masih teringat demo bupati Pati, tau-tau Raffi sudah bikin konten dengan The Dudas ke Pati bareng Coki Anwar. Dibahas juga di Bocor Alus kalau Raffi dapat tugas khusus untuk meredam suasana di bawah. Gila-gilaa.”
Sementara akun @septian_yuniarto memberikan pesan kehati-hatian,
“@raffinagita1717 hati-hati aa, gue percaya anda orang baik, tapi politik dan pengusaha bisa membuat anda terperosok dalam kejahatan mereka.”
Di sisi lain, pembelaan datang dari akun @ratu_meta705,
“Saya kenal Raffi dari dulu sebelum dia nikah dan zaman shooting bareng. Wajar dia heboh, dulu sekali shooting atau iklan duitnya sudah banyak dan yang jelas semua keluarganya orang baik.”
Hingga berita ini tayang, unggahan tersebut masih menuai diskusi luas di media sosial. Perdebatan pun berkembang, tidak hanya soal figur publik, tetapi juga tentang peran selebritas dalam membentuk persepsi publik di tengah isu-isu sosial dan politik yang sensitif.
























