Tiga Nelayan asal Pangkep Terombang-ambing Lima Hari di Laut Selayar
BUKABACA.co.id, SELAYAR — Tiga nelayan asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ditemukan selamat setelah terombang-ambing di laut selama lima hari empat malam. Ketiganya ditemukan terdampar di Pulau Kayu Panggang, sekitar 8 mil dari perairan Sambali, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 Wita.

Ketiga nelayan tersebut masing-masing Jumadi (32), Salim (42), dan Rudi (21), seluruhnya berasal dari Pulau Sanane, Kabupaten Pangkep. Mereka ditemukan di wilayah Dusun Meantuu, Desa Lamantu, dalam kondisi lemah namun masih sadar.

Menurut keterangan Babinsa Desa Lamantu, Praka Riki Risaldi, peristiwa ini bermula pada Rabu, 7 Januari 2026, saat ketiganya melaut untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Sanane. Di tengah aktivitas melaut, baling-baling kapal mendadak patah, menyebabkan kapal kehilangan kendali.
Upaya perbaikan darurat tidak membuahkan hasil. Jangkar tidak dapat diturunkan karena kedalaman laut, sehingga kapal terus terombang-ambing dan terseret arus hingga memasuki perairan Sabalana, Kabupaten Pangkep.
Dengan persediaan yang semakin menipis, para nelayan bertahan di laut selama beberapa hari. Pada salah satu kesempatan, kapal mereka sempat terlihat oleh nelayan asal Desa Sambali, Nasir (26). Namun keterbatasan bahan bakar membuat Nasir tidak dapat melakukan evakuasi dan hanya menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga korban.
Mendapatkan kabar itu, keluarga korban bersama sekitar 10 nelayan segera melakukan pencarian sejak Jumat, 9 Januari 2026. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dua hari kemudian, saat ketiga nelayan ditemukan terdampar di Pulau Kayu Panggang.
Usai ditemukan, para nelayan langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan stabil, mereka kemudian diantar ke rumah keluarga untuk beristirahat. (hs/fdy)
























