Di Bontomarannu Selayar, Warga dan TNI Bangun Harapan di Tengah Kabut
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Hujan turun nyaris tanpa jeda. Kabut menggantung rendah, angin bertiup kencang dari perbukitan. Namun di Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, pekerjaan tak berhenti. Di tengah cuaca yang tak bersahabat itu, prajurit TNI Angkatan Darat bersama warga berpacu dengan waktu menuntaskan pembangunan Gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Rabu, 21 Januari 2026.
Lokasi pembangunan berada di ketinggian sekitar 422 meter di atas permukaan laut, dengan suhu berkisar 26,8 derajat Celsius. Kondisi geografis tersebut membuat setiap tahap pekerjaan menuntut kehati-hatian ekstra. Namun, semangat gotong royong menutup jarak antara risiko dan target penyelesaian.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1415-04/Batangmata, Kapten Ramli, terlihat turun langsung memimpin pendirian rangka gedung. Ia bersama Babinsa dan warga mengangkat serta menegakkan kuda-kuda rangka baja yang berat, satu per satu, dengan perhitungan keselamatan yang ketat. Beberapa kali pekerjaan terpaksa dihentikan ketika angin menguat dan jarak pandang menurun akibat kabut.
“Cuaca memang tidak menentu, tapi kami harus mencuri waktu setiap ada kesempatan,” kata Ramli di lokasi. Ia menyebut proyek pembangunan KDKMP Bontomarannu dimulai sejak 8 November 2025 dan ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026.
Saat hujan mereda, pekerjaan langsung berlanjut. Pemasangan tegel, plester dinding, rangka plafon, hingga detail interior dikerjakan bergantian. Gedung koperasi ini dibangun di area strategis dekat permukiman warga dan berada dalam kawasan wisata alam yang cukup dikenal di Selayar.
Babinsa Bontomarannu, Sertu Aswad, yang juga menjabat Kepala Unit Pembangunan, menegaskan tidak ada ruang untuk kelalaian. “Target waktu sudah jelas. Semua pekerjaan harus selesai tepat waktu dan tanpa kesalahan,” ujarnya.
Bagi warga setempat, gedung koperasi bukan sekadar bangunan fisik. Ia diproyeksikan menjadi simpul baru pergerakan ekonomi desa tempat usaha kolektif tumbuh di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan alam.
Di Bontomarannu, pembangunan KDKMP menjadi penanda bahwa negara hadir hingga ke desa di ketinggian. Di tengah hujan, kabut, dan angin, kerja bersama itu perlahan menjelma simbol ketangguhan warga Selayar dalam menjemput masa depan yang lebih sejahtera.
























