Kapal “Usaha Mandiri 01” Hancur di Karang Jinato

Kapal “Usaha Mandiri 01” Hancur di Karang Jinato, Rabub(28/1/2026).

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Dini hari di perairan Jinato, Kepulauan Selayar, berubah mencekam. Kapal kayu Usaha Mandiri 01 GT 20 yang memuat 12 orang termasuk seorang bayi menghantam karang di kawasan Pasi Kadabu, Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 01.15 Wita. Lambung kapal pecah. Air laut masuk tanpa ampun.

Gelap, angin kencang, dan ombak tinggi membuat kapal tak berdaya. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Lappa, Kabupaten Sinjai, sejak Senin pagi, 26 Januari 2026, dengan tujuan Pasitallu Timur. Muatannya bukan sedikit, 185 batang es balok, 55 jirigen solar, serta barang campuran. Di tengah cuaca yang kian memburuk, kapal terus melaju hingga akhirnya terseret arus dan menghantam karang.

Menurut laporan di lapangan, keterbatasan pandangan akibat cuaca ekstrem menjadi faktor utama kecelakaan. Namun, di balik itu, muncul pertanyaan krusial: mengapa kapal tetap berlayar di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat?

Sekitar 15 menit setelah kejadian, salah seorang ABK menghubungi keluarganya di Desa Jinato untuk meminta pertolongan. Informasi itu segera diteruskan ke Pos Jagawana. Namun, proses evakuasi tak serta-merta bisa dilakukan. Air laut sedang surut. Tim gabungan Babinsa, Polairud, Jagawana, dan warga hanya bisa menunggu sambil memantau kapal yang sudah dalam kondisi hancur.

Baru sekitar pukul 04.00 Wita, saat air mulai pasang, evakuasi dilakukan. Satu per satu penumpang dipindahkan ke darat. Dua ABK, delapan penumpang dewasa, satu perempuan, dan seorang bayi berusia tiga tahun berhasil diselamatkan. Sekitar pukul 05.30 Wita, seluruh korban tiba di Desa Jinato dalam keadaan selamat.

Tak ada korban jiwa. Namun, selamatnya seluruh penumpang tak serta-merta menutup potensi kelalaian. Analisis awal menyebutkan kemungkinan kapal memaksakan pelayaran di tengah cuaca buruk, diduga tanpa mengindahkan peringatan dari pihak Syahbandar. Jika benar, peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang dipicu keputusan berlayar di saat laut sedang tidak bersahabat.

Peran tim evakuasi Babinsa Desa Jinato, Danpos Jagawana, anggota Polairud, dan warga setempat menjadi penentu keselamatan para korban. Namun, kejadian ini kembali menegaskan persoalan klasik di wilayah kepulauan, lemahnya disiplin keselamatan pelayaran dan minimnya kepatuhan terhadap peringatan cuaca.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page