Sherly Tjoanda: Menjadi Cantik Saja Tidak Cukup
BUKABACA.co.id, MALUKU – Dalam sebuah perbincangan yang hangat namun berisi, Sherly Tjoanda melontarkan sebuah tesis sederhana yang kerap terlupakan di era visual ini “Menjadi cantik saja tidak cukup.”
Bagi Sherly, kecantikan fisik hanyalah kulit luar.
Ia menekankan bahwa dalam sebuah biduk rumah tangga, seorang suami tidak sekadar mencari sosok yang elok dipandang mata. Lebih dari itu, ia mencari “multi-peran” dalam diri seorang perempuan seorang sahabat yang setia, teman diskusi yang setara, tempat konsultasi yang menenangkan, hingga mitra kerja yang tangguh.
“Kalau kemudian diajak ngomong tidak nyambung, itu pun tidak cukup,” tegasnya beberapa waktu lalu.
Pesan ini tak hanya bergema di ruang privat. Sherly membawa analogi tersebut ke ranah profesional. Di dunia kerja, kecerdasan dan kecantikan akan kehilangan tajinya jika tidak dibarengi dengan perilaku (behavior) yang baik.
Baginya, etika dan kemampuan beradaptasi adalah perekat yang menyatukan kompetensi.
Ia tidak menafikan pentingnya merawat diri. “Sangat boleh menginvestasikan waktu, tenaga, dan upaya untuk terlihat cantik,” ujarnya.
Namun, ia menutupnya dengan sebuah pengingat keras bagi seluruh perempuan jangan sampai investasi itu berhenti di permukaan. Sebab, kecantikan yang substansial lahir dari isi kepala dan keanggunan sikap.
























