Featured

Saat Kamera Ponsel ‘Menggantikan’ Fotografer

FOTO: pixabay

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Perdebatan tentang kecerdasan buatan kembali menemukan ironi yang sulit dihindari. Di satu sisi, suara penolakan terhadap AI menggema menyebutnya sebagai ancaman bagi kreativitas dan profesi manusia. Di sisi lain, teknologi yang sama justru telah menyusup halus ke dalam keseharian, nyaris tanpa disadari.

Kamera ponsel adalah contoh paling nyata. Setiap kali tombol rana ditekan, algoritma bekerja di balik layar, mengenali objek, menyesuaikan pencahayaan, hingga mengolah warna.

Hasilnya kerap memukau bahkan mendekati standar fotografer profesional. Semua berlangsung dalam hitungan detik, tanpa perlu keahlian teknis yang rumit.

Di titik ini, batas antara alat dan pengganti mulai kabur. Teknologi yang awalnya dirancang sebagai pendukung, perlahan mengambil alih peran kreatif. Ia belajar dari jutaan gambar, menyerap gaya, lalu mereproduksinya dalam bentuk yang lebih instan dan massal.

Dampaknya tak sederhana. Profesi fotografi, terutama di level dasar hingga menengah, menghadapi tekanan baru. Ketika kualitas visual bisa dicapai oleh siapa saja dengan perangkat di genggaman, nilai keahlian menjadi tergerus. Bukan hilang sepenuhnya, tetapi bergeser dari teknis ke konseptual.

Namun, kritik terhadap AI sering kali terjebak dalam kontradiksi. Menolak AI secara total berarti juga mempertanyakan penggunaan teknologi yang sudah terlanjur menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pilihannya menjadi ekstrem, kembali ke kamera analog, atau menerima bahwa AI adalah evolusi yang tak terelakkan.

Di tengah tarik-menarik ini, satu hal menjadi jelas, persoalan AI bukan semata soal benar atau salah, melainkan tentang konsistensi sikap. Sebab, di era ketika teknologi bekerja tanpa terlihat, penolakan terhadap AI bisa saja berubah menjadi sekadar ilusi moral keras di ucapan, tetapi lunak dalam praktik.

Baca Lainnya

Topeng Kebaikan di Balik Mulut Manis

Redaksi BUKABACA.co.id
0
Topeng Kebaikan di Balik Mulut Manis

Wajah Ganda Teori Politik

Redaksi BUKABACA.co.id
0
Wajah Ganda Teori Politik
Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page