Featured

Mimpi Dipatahkan Orang

Ilustrasi.

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Seperti kaca yang retak tanpa suara, mimpi kadang hancur bukan oleh keadaan, melainkan oleh orang lain. Mereka yang dulu hadir sebagai penyemangat, tak jarang justru menjadi palu yang memukul rapuh harapan.

Di banyak kisah, mimpi tidak selalu kalah oleh keterbatasan. Ia tumbang oleh komentar sinis, oleh tawa yang meremehkan, oleh kalimat sederhana yang diam-diam melukai, “Itu terlalu tinggi untukmu.”

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam ruang keluarga, lingkungan kerja, hingga lingkar pertemanan, ada kecenderungan sebagian orang merasa lebih berhak menakar kemampuan orang lain. Mereka mengukur mimpi dengan standar pribadi, seolah-olah batas mereka adalah batas semua orang.

Psikolog menyebutnya sebagai bentuk proyeksi ketika seseorang memindahkan ketakutan dan kegagalannya kepada orang lain. Alih-alih memberi dukungan, mereka menanamkan keraguan. Akibatnya, mimpi yang seharusnya tumbuh justru layu sebelum sempat berkembang.

Namun, yang lebih berbahaya bukan sekadar ucapan itu sendiri, melainkan ketika kita mulai mempercayainya. Ketika suara dari luar perlahan menjadi suara di dalam kepala. Di titik itulah, mimpi benar-benar dipatahkan.

Beberapa orang memilih menyerah. Mereka menyesuaikan diri dengan ekspektasi rendah yang ditanamkan orang lain. Hidup berjalan, tetapi tanpa arah yang benar-benar diinginkan.

Sebagian lain memilih jalan berbeda. Mereka menjadikan keraguan sebagai bahan bakar. Penolakan bukan akhir, melainkan pemicu untuk membuktikan bahwa mimpi tidak bisa ditentukan oleh siapa pun selain diri sendiri.

Sejarah mencatat, banyak pencapaian besar lahir dari situasi serupa. Orang-orang yang awalnya diremehkan justru berhasil melampaui batas yang pernah ditetapkan untuk mereka.

Pada akhirnya, mimpi memang bisa dipatahkan oleh orang lain. Tetapi keputusan untuk tetap berjalan atau berhenti, tetap berada di tangan pemiliknya.

Di tengah dunia yang penuh suara, barangkali yang paling penting adalah memilih mana yang layak didengar. Sebab tidak semua kritik adalah kebenaran, dan tidak semua keraguan layak dipercaya.

Mimpi, bagaimanapun, adalah urusan pribadi. Dan doa ibu, ayah, serta doa kita akan membawa ke arah yang lebih baik.

Baca Lainnya

0
Saat Kamera Ponsel ‘Menggantikan’ Fotografer

Topeng Kebaikan di Balik Mulut Manis

Redaksi BUKABACA.co.id
0
Topeng Kebaikan di Balik Mulut Manis

Wajah Ganda Teori Politik

Redaksi BUKABACA.co.id
0
Wajah Ganda Teori Politik
Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page