News

Tarik Ulur Arah Organisasi PPDI Selayar

Ketua PPDI Selayar, Agus Akhmad (kanan) - Ketua Panitia Musda, Suharjo Muna (kiri). (dok/ist)

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kepulauan Selayar, dinamika konsolidasi internal mulai mengemuka.

Agenda lima tahunan yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 itu tak sekadar soal pergantian kepengurusan, tetapi menjadi penentu arah organisasi di tengah tuntutan penguatan peran perangkat desa.

Tahap awal ditandai dengan Rapat Koordinasi yang digelar di Kedai Kopi terasBUKABACA, Jalan Hati Murni, Benteng, Senin, 13 Juli 2026.

Rakor dipimpin Sekretaris PPDI Selayar, Muh. Ashar Eka Saputra, dan dihadiri Ketua PPDI Agus Akhmad, Wakil Ketua PPDI, serta jajaran pengurus lainnya. Forum ini menetapkan pembentukan panitia sekaligus memetakan strategi pelaksanaan Musda.

Di balik agenda teknis itu, terselip kepentingan yang lebih besar. Bagaimana memastikan Musda berjalan demokratis sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan Desa ke depan.

Ketua PPDI Selayar, Agus Akhmad, menyebut Musda sebagai momentum strategis untuk memperkuat organisasi. Ia menegaskan, proses ini harus menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi.

Pengurus PPDI Kab. Kepulauan Selayar foto bersama usai melaksanakan Rapat Koordinasi di terasBUKABACA, Senin (13/7)
Pengurus PPDI Kab. Kepulauan Selayar foto bersama usai Rapat Koordinasi di Kedai terasBUKABACA, Senin (13/7).

“Musda bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini momentum untuk memperkuat organisasi agar lebih solid dan profesional,” kata Agus.

Ia berharap proses berjalan demokratis dan menghasilkan kepengurusan yang lebih baik dari periode sebelumnya.

Agus juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan. Menurut dia, organisasi perangkat desa dituntut adaptif terhadap perubahan dan lebih optimal dalam memperjuangkan aspirasi anggotanya.

“Regenerasi adalah keniscayaan. Organisasi harus tetap hidup, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan perangkat Desa,” ujarnya.

Ketua Panitia Musda, Suharjo Muna, mengatakan panitia yang terbentuk segera bergerak melakukan konsolidasi eksternal. Langkah awal adalah melaporkan pembentukan panitia ke PPDI Provinsi Sulawesi Selatan, lalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

“Kami butuh arahan dan masukan agar Musda berjalan sesuai harapan,” kata Suharjo.

Ia mengakui, keberhasilan Musda sangat bergantung pada partisipasi anggota. Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat Desa di Selayar terlibat aktif.

“Ini agenda bersama. Dukungan semua pihak menjadi kunci agar Musda 2026 melahirkan kepengurusan yang amanah dan inovatif,” ujarnya.

Musda PPDI Selayar kali ini dipandang sebagai titik krusial. Selain menentukan kepemimpinan baru, forum tersebut diharapkan memperkuat soliditas organisasi serta merumuskan arah kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan perangkat desa.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan Desa, hasil Musda akan menjadi cermin sejauh mana PPDI mampu bertransformasi dan tetap berpihak pada anggotanya.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page