Mundur karena Sakit, Nanik Tinggalkan Kursi Kepala BGN
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut diambil karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.
Kabar pengunduran diri itu disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram resminya pada Rabu (22/7/2026).
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza.
Pengunduran diri Nanik menjadi perhatian publik mengingat Badan Gizi Nasional merupakan salah satu lembaga strategis yang dibentuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintah yang menyasar jutaan peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
Selama menjabat, Nanik terlibat dalam proses penguatan kelembagaan BGN, mulai dari pembentukan organisasi, penyusunan regulasi, hingga percepatan operasional program MBG yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Badan Gizi Nasional juga berperan dalam memastikan standar gizi, keamanan pangan, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam implementasi program tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Nanik untuk memimpin Badan Gizi Nasional.
Pemerintah juga belum menyampaikan apakah akan segera menunjuk pelaksana tugas atau langsung menetapkan kepala definitif agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai target.
Pergantian pimpinan BGN dinilai menjadi momentum penting karena program Makan Bergizi Gratis saat ini tengah memasuki fase perluasan cakupan di berbagai daerah.
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat sejak usia dini.
Meski memilih mundur karena alasan kesehatan, belum ada pernyataan langsung dari Nanik terkait keputusan tersebut.
Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian mengenai transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional agar berbagai agenda strategis, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan tanpa mengganggu target yang telah ditetapkan. (*)























Tinggalkan Balasan