Bolehkah Minum Kopi Sebelum Olahraga? Ini Manfaat, Risiko, dan Waktu yang Dianjurkan
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Minum kopi sebelum berolahraga menjadi kebiasaan sebagian orang untuk meningkatkan energi dan daya tahan tubuh. Kandungan kafein dalam kopi dinilai dapat membantu meningkatkan performa latihan, baik olahraga kekuatan maupun kardio.
Selain memberikan efek stimulan, kopi juga mengandung antioksidan yang dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan demensia. Namun, konsumsi kopi sebelum berolahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Kafein diketahui memiliki efek ergogenic, yakni membantu meningkatkan kemampuan tubuh saat beraktivitas fisik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi sebelum berolahraga dapat meningkatkan kekuatan otot, mengurangi rasa lelah, serta membantu meredakan nyeri otot setelah latihan.
Kafein juga dapat meningkatkan laju metabolisme sehingga pembakaran lemak selama maupun setelah berolahraga berlangsung lebih efektif.
Meski demikian, kopi tidak selalu cocok dikonsumsi semua orang sebelum berolahraga. Minuman ini dapat memicu peningkatan produksi asam lambung sehingga berisiko menimbulkan keluhan pada penderita maag atau penyakit refluks asam lambung (GERD). Karena itu, orang dengan kondisi tersebut disarankan menghindari konsumsi kopi sebelum berolahraga.
Dari sisi waktu, penelitian menyarankan kopi dikonsumsi sekitar 45 hingga 60 menit sebelum memulai aktivitas fisik. Rentang waktu tersebut memungkinkan kafein terserap secara optimal ke dalam aliran darah sehingga manfaatnya dapat dirasakan saat berolahraga.
Jumlah yang dianjurkan berkisar satu hingga dua cangkir kopi atau sekitar 240–475 mililiter. Konsumsi dalam jumlah tersebut umumnya sudah cukup untuk memberikan efek peningkatan performa tanpa menimbulkan asupan kafein berlebihan.
Kopi hitam tanpa gula, susu, atau pemanis tambahan menjadi pilihan yang lebih dianjurkan. Minuman dengan tambahan gula dan krimer memiliki kalori lebih tinggi serta membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan lambung atau rasa panas di dada saat berolahraga.
Selain itu, setiap orang memiliki tingkat toleransi terhadap kafein yang berbeda. Pada sebagian orang, kopi dapat memicu jantung berdebar, gelisah, cemas, atau gangguan pencernaan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu performa olahraga, bahkan membuat latihan harus dihentikan.
Karena itu, individu yang sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi medis tertentu disarankan membatasi konsumsi kopi sebelum berolahraga. Jika tetap ingin mengonsumsinya, satu cangkir kopi umumnya sudah cukup.
Kebutuhan kafein juga dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi tubuh, tingkat sensitivitas terhadap kafein, serta jenis olahraga yang dilakukan.























Tinggalkan Balasan