Soundtrack Nongki Literasi terasBUKABACA Lahir dari Tangan Anak Selayar

Dito.

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Musik akustik pelan mengalir di sela riuh cangkir dan percakapan yang tak pernah benar-benar selesai. Dari sudut ruangan, petikan gitar terdengar hangat, mengantar lirik sederhana namun lekat, “Seduh kopimu, abadikan momenmu, buat ceritamu… versi terbaik dirimu.”

Lagu itu bukan produk industri musik yang diburu algoritma. Ia lahir dari ruang kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar dari interaksi, dari obrolan yang tak direncanakan, dari sunyi yang justru produktif. Dito, musisi muda setempat, meraciknya sebagai persembahan untuk terasBUKABACA, sebuah kedai kopi yang pelan-pelan menjelma lebih dari sekadar tempat minum.

Di plang sederhana, tertera identitas yang nyaris manifesto: Coffee – Space – Photo Studio – Literacy Community – Periklanan. Di terasBUKABACA tidak berhenti pada fungsi komersial. Ia tumbuh sebagai ruang antar tempat ide diuji, keresahan dibagikan, dan kreativitas menemukan bentuknya. Di dindingnya, kalimat-kalimat seperti “Don’t Quit” dan “Banggalah dengan usiamu” bukan sekadar dekorasi, melainkan percakapan diam dengan siapa pun yang datang membawa rencana, kegagalan, atau sekadar waktu luang.

Dito menangkap denyut itu dalam liriknya. “Banyak cerita yang ingin kau bagikan. Banyak momen yang ingin kau abadikan,” bunyi dalam lirik lagunya, seolah merangkum kegelisahan generasi yang butuh ruang untuk didengar.

Baginya, terasBUKABACA bukan titik singgah, melainkan panggung kecil tempat siapa saja bisa tampil tanpa harus diminta sempurna.
Lagu itu, dengan balutan pop-akustik yang ringan, bekerja sebagai penanda zaman sekaligus penegas identitas. Ia menjadi semacam soundtrack bagi ruang yang hidup dari pertemuan, antara kopi dan kata, antara sunyi dan percakapan, antara individu dan komunitas.

Di Selayar, terasBUKABACA kini tidak hanya menjual seduhan. Ia merawat suasana. Dan melalui lagu Dito, suasana itu menemukan cara lain untuk tinggal lebih lama di ingatan, dan mungkin, di cerita-cerita yang belum selesai.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page