Ambaung Balla, Wujud Kerja Sama dan Gotong Royong Masyarakat Suku Kajang saat Membangun Rumah
bukabaca.id, Bulukumba – Selain destinasi wisata, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, juga memiliki keanekaragaman budaya yang masih dipertahankan hingga turun temurun.
Suku Kajang adalah salah satu daerah yang berada di Bulukumba dengan kebiasaan masyarakatnya yang terbilang unik. Di antaranya sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan yang masih tetap dipertahankan hingga kini.
Jika biasanya gotong royong dilaksanakan untuk membangun fasilitas umum, maka masyarakat suku Kajang juga menuangkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan saat Ambaung Balla atau membuat rumah mereka.
Ambaung Balla adalah kegiatan gotong royong yang dilakukan masyarakat suku Kajang saat salah seorang masyarakatnya sedang membuat rumah.
Rumah adat suku Kajang yang biasanya dibuat secara gotong royong adalah rumah panggung. Salah seorang masyarakat suku Kajang yang melangsungkan kegiatan Ambaung Balla atau membuat rumah adalah Asri.
Puang Aso, sapaan Asri, mengatakan kebiasaan bekerja sama atau gotong royong saat membuat rumah panggung di Kajang adalah salah satu kebiasaan yang ada sejak dahulu. Ayah empat anak ini menambahkan kegiatan gotong royong saat Ambaung Balla menjadi wadah untuk bersilaturahmi.
“Banyak ini yang bantu ki di sini kalau mau membangun rumah. Banyak yang datang bukan hanya dari kampung di sini. Kalau kebiasaan seperti ini sudah ada sejak nenek moyang kami,” kata Puang Aso saat ditemui bukabaca.id di Dusun Teteaka, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Selasa (17/9/2019).
“Intinya bagus ki karena bersatu ki bisa ki bersilaturahmi sama orang lain,” tutur Asri dengan dialeg Konjo.
Ambaung Balla di Kajang menjadi bukti salah satu kebiasaan yang dilakukan warga setiap tahun. Uniknya, warga yang hadir dalam kegiatan tersebut tak hanya memberikan bantuan berupa tenaga, bahkan ibu rumah tangga juga melibatkan diri dengan ikut menyiapkan makanan saat istirahat.
Selain itu, kehadiran masyarakat saat kegiatan Ambaung Balla atau membuat rumah mampu menjalin kerja sama yang baik antara masyarakat lainnya karena mereka hadir tanpa mengharapkan imbalan dari pemilik rumah.
Suku Kajang menjadi salah satu suku dengan berbagai kearifan lokal yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Simbol kekeluargaan dan nilai kegotongroyongan masyarakat suku Kajang tertuang dalam falsafah hidup alemo “sibatu, abulo sipappa, manyu siparampe, tallang sipahua”.
Salah seorang masyarakat suku Kajang yang hadir dalam kegiatan Ambaung Balla, Andi Arsal mengatakan makna kalimat tersebut mengandung arti kerja sama dan sikap gotong-royong yang tinggi serta memiliki nilai-nilai kepedulian yang tinggi terhadap sesama.
Pria yang akrab disapa Andi Accal tersebut menambahkan nilai persatuan dan kesatuan serta solidaritas yang tinggi menjadi identitas tersendiri masyarakat suku Kajang.
“Kita di sini memiliki nilai-nilai falsafah hidup yaitu alemo sibatu, ‘abulo sipappa, manyu siparampe, tallang sipahua’,” ucap Andi Arsal. (Ahmadi)
























