Abrasi Menggila di Dusun Baringan Bontosikuyu, Dua Unit Rumah Terancam Hanyut

Tambang Pasir Dusun Baringan, Desa Laiyolo, Kabupaten Selayar.

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Aktivitas diduga penambangan galian C di pesisir Dusun Baringan, Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, mulai menuai sorotan. Warga setempat mengeluhkan dampak yang kian nyata, garis pantai terus tergerus, sementara permukiman berada di ambang ancaman.

Kepala Dusun Baringan, Muh. Risal, mengaku prihatin atas ulah oknum pengusaha yang diduga mengambil pasir tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

Menurutnya, sedikitnya dua unit rumah warga yang berada di bibir pantai kini terancam hanyut akibat abrasi yang semakin parah.

“Ada rumah dua unit di Dusun Baringan yang pinggir pantai hampir hanyut,” kata Risal.

Ia menyebut, fenomena abrasi bukan hal baru. Namun dalam beberapa tahun terakhir, laju kerusakan dinilai semakin cepat. Pohon-pohon kelapa yang sebelumnya menjadi penahan alami kini satu per satu tumbang, terkikis gelombang.

“Setiap tahun selalu ada pohon kelapa terdampak abrasi. Tahun 2026 ini, selama musim barat, perkiraan saya lebih dari enam meter garis pantai hilang,” ujarnya.

Risal juga mengungkapkan adanya aktivitas mencurigakan yang terjadi pada waktu-waktu tertentu. Pengambilan pasir disebut kerap berlangsung pada malam hari, sehingga luput dari pengawasan warga.

“Ada dugaan kami, yang mengambil pasir itu orang dari luar Desa Laiyolo,” ungkapnya.

Meski belum ada penindakan resmi, dugaan praktik tambang ilegal ini menambah kekhawatiran warga. Selain mempercepat abrasi, aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page