Aspirasi Warga di Musrenbang Benteng Mengemuka, Janji Program Strategis Menggema
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Di Aula Kantor Camat Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin, 2 Februari 2026, menjadi ruang temu beragam kepentingan. Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan itu kembali digelar bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan arena di mana suara warga dipertemukan dengan agenda kebijakan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar, membuka kegiatan tersebut sekaligus menyosialisasikan dua program strategis pemerintah daerah, Gemerlap (Gerakan Menanam Kelapa) dan Gemetar (Gerakan Menanam Batara). Kedua program itu diproyeksikan sebagai pendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian sekaligus penguatan keberlanjutan sumber daya lokal.
Namun, di balik paparan visi pembangunan jangka panjang tersebut, persoalan-persoalan mendasar di tingkat lingkungan justru mendominasi pembahasan.
Dua anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhammad Anas Ali dari PDI Perjuangan dan Rudi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hadir mendengarkan langsung aspirasi dari Kecamatan Camat Benteng. Catatan aspirasi yang dihimpun menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan utama masyarakat Kecamatan Benteng.
Di Kelurahan Benteng Utara, dari aspirasi warga mengemukakan keterbatasan lahan pemakaman, kebutuhan pengadaan tempat sampah, serta sedimentasi di muara Sungai Bua-Bua yang kerap memicu genangan saat musim hujan tiba.
Sementara itu, warga Kelurahan Benteng menekankan perlunya perbaikan drainase di kawasan Hayyung dan pembenahan jalan setapak yang selama ini menjadi akses utama aktivitas harian masyarakat.
Daftar usulan yang lebih panjang datang dari Kelurahan Benteng Selatan. Mulai dari perbaikan drainase di depan Masjid Babul Khaer di kawasan pelabuhan, perbaikan jalan di depan SMK Kelautan, pengadaan lampu penerangan jalan, hingga pembangunan posyandu sebagai fasilitas layanan kesehatan dasar.
“Aspirasi yang disampaikan langsung oleh kepala lingkungan ini diharapkan bisa masuk dalam prioritas perencanaan,” ujar Muhammad Anas Ali di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah program prioritas untuk tahun 2026, salah satunya pembangunan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Insyaallah UMKM akan ditata. Bangunan tiga lantai akan dibangun di Benteng,” kata Anas.
Musrenbang sejatinya dirancang sebagai forum partisipatif ruang di mana arah pembangunan dirumuskan dari bawah. Namun, tantangan yang mengiringinya nyaris selalu sama, sejauh mana aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi dalam kebijakan dan penganggaran daerah.
Di tengah dorongan program strategis seperti Gemerlap dan Gemetar yang berorientasi jangka panjang, warga Benteng mengingatkan pemerintah akan pekerjaan rumah yang lebih dekat dan nyata drainase, jalan, penerangan, serta layanan dasar.
Bagi mereka, pembangunan bukan semata soal visi besar, melainkan juga tentang kenyamanan hidup sehari-hari.
Forum Musrenbang pun ditutup dengan komitmen merangkum seluruh usulan sebagai bahan perencanaan pembangunan tahun 2027. (fdy/fdy)
























