Bupati Selayar Tinjau Lokasi Banjir di Batangmata, Warga Mendesak Penanganan Serius
BUKABACA.ID, SELAYAR – Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali, turun langsung meninjau lokasi banjir rob yang kembali melanda wilayah perbatasan Kelurahan Batangmata dan Desa Maharayya, Kecamatan Bontomatene, Kamis (26/6/2025). Didampingi sejumlah pejabat penting, kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap bencana yang tak kunjung usai.
Genangan air yang merendam lebih dari 200 rumah warga dan sempat menutup akses jalan nasional Benteng–Pamatata, disebut sebagai banjir terparah sepanjang sejarah oleh Lurah Batangmata, Muh Taufiq. Tingginya curah hujan dan buruknya sistem drainase disebut sebagai pemicu utama, terutama karena sempitnya saluran air di bawah jembatan yang berada di jalur nasional.
“Air mencapai lebih dari satu meter, dan jalur nasional terpaksa ditutup. Arus kendaraan dialihkan ke jalan kabupaten di bagian tengah Pulau Selayar,” kata Taufiq. Ia menegaskan, banjir ini sudah menjadi langganan tahunan dan mencapai puncak terparah tahun ini. “Jika tidak ditangani serius, dampaknya akan jauh lebih berbahaya, baik bagi infrastruktur maupun kesehatan warga,” imbuhnya.
Turut hadir dalam peninjauan, Kepala Dinas PUTR Drs. Musytari, M.M, Kalaksa BPBD Drs. Aliefyanto, M.M.Pub, Camat Bontomatene Andi Rusmin, Kapolsek Bontomatene Iptu Rahmat Saleh, serta Lurah Batangmata.
Kadis PUTR menyebutkan, penyebab utama meluasnya genangan adalah saluran air yang terlalu kecil di jembatan perbatasan. “Kami sudah koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Sulsel. Mereka minta kami bersurat resmi ke Balai Jalan Nasional, agar bisa segera dilakukan survei setelah survei jembatan di Bulukumba selesai,” ungkap Musytari.
Camat Bontomatene, Andi Rusmin, menyayangkan belum adanya realisasi nyata dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Isu ini selalu muncul di Musrenbang selama tujuh tahun terakhir, tapi tak kunjung ditindaklanjuti. Kehadiran Bupati hari ini kami harapkan jadi titik balik untuk percepatan penanganan,” ujarnya.
Sementara itu, banjir belum sepenuhnya surut hingga Jumat pagi. Aparat bersama warga melakukan kerja bakti dengan dukungan BPBD, dan kondisi jalan kini sudah bisa dilalui kendaraan.
Masyarakat berharap, kunjungan Bupati bukan sekadar simbolis, melainkan jadi awal dari solusi konkret agar banjir rob tidak lagi menjadi bencana musiman yang meresahkan.
Pemerintah pusat dan Balai Jalan Nasional diharapkan segera turun tangan memperbaiki infrastruktur saluran air, sebelum dampaknya semakin luas.
Laporan: M. Daeng Siudjung Nyulle
























