Cerita Susi Pudjiastuti Awal Hadirnya Maskapai Susi Air: Berawal dari Dua Unit
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Susi Air genap berusia 21 tahun pada 27 Desember 2025. Maskapai penerbangan perintis ini telah menorehkan perjalanan panjang dalam menghubungkan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Sejak berdiri, Susi Air konsisten hadir sebagai penghubung antarwilayah yang sulit dijangkau moda transportasi lain, dari pulau-pulau terluar hingga pedalaman Nusantara.
Berawal dari hanya dua unit pesawat, Susi Air kini berkembang menjadi salah satu maskapai perintis terbesar di Indonesia.
Selama 21 tahun mengudara, kata Susi Pudjiastuti, maskapai ini telah mencatat ratusan ribu jam terbang dan melayani jutaan penumpang. Rute penerbangannya membentang luas dari Sabang hingga Merauke, serta dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Keberadaan Susi Air tidak hanya berperan sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian dan pelayanan sosial di daerah terpencil,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Maskapai ini kerap menjadi andalan dalam mendukung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga misi kemanusiaan di wilayah yang minim akses.
Dalam momentum ulang tahun ke-21 ini, Susi Air menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penumpang, mitra, serta masyarakat yang telah setia menemani perjalanan mereka selama lebih dari dua dekade.
Dukungan tersebut menjadi kekuatan utama bagi Susi Air untuk terus terbang dan melayani negeri.Ke depan, Susi Air berkomitmen untuk tetap hadir menghubungkan setiap sudut Indonesia.
Dengan semangat “Reaching The Unreachable”, maskapai ini bertekad terus menghiasi langit Nusantara dan menjalankan perannya sebagai penghubung bangsa, dari pulau terluar hingga wilayah paling terpencil di Tanah Air.
Sekadar diketahui, data terbaru hingga sekitar Juli 2025 mencatat Susi Air telah mengoperasikan sebanyak 47 unit pesawat yang melayani berbagai rute perintis dan komersial di seluruh Nusantara, memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas udara di wilayah terpencil dan kepulauan, sekaligus menunjukkan konsistensi pertumbuhan armada seiring komitmen perusahaan dalam membuka akses transportasi, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan dari wilayah terluar.
























