Curhat Pilu Dokter Kecantikan asal Makassar Kehilangan Rp500 Juta saat Menjalin Asmara

dr. Resti Muzakkir (kanan) Foto: Instagram.

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Kisah pilu sekaligus menggugah empati publik datang dari dr. Resti Muzakkir, seorang dokter kecantikan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di penghujung tahun 2025, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp500 juta akibat pengkhianatan orang yang selama ini ia bantu sepenuh hati.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Resti memilih berbagi kisah dengan nada pasrah namun penuh keyakinan. Ia menegaskan kepercayaannya bahwa Tuhan selalu memiliki rencana baik, meski cobaan yang datang terasa begitu berat dan menyakitkan.

Dalam pengakuannya, kerugian ratusan juta rupiah itu bermula dari niat tulus membantu seseorang yang ia percaya. Bantuan tersebut bukan hanya berupa satu kali transfer bernilai besar, tetapi juga rangkaian pengeluaran lain yang terus mengalir, mulai dari urusan notaris, keluarga, teman, hingga kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, kebaikan itu justru berbalik menjadi luka. Saat dr. Resti mulai menagih haknya, ia mengaku mendapat ancaman dan intimidasi. Bahkan, usahanya disebut-sebut akan diganggu, dengan ancaman aksi demonstrasi serta pemberitaan negatif yang berpotensi berdampak pada seluruh cabang klinik kecantikan yang ia kelola.

“Ini pelajaran hidup yang sangat mahal,” ungkapnya. Ia pun dengan jujur mengakui kesalahan prinsip yang ia pegang, terlalu percaya bahwa seseorang bisa berubah, meski telah mengetahui masalah utang besar dan rekam jejak kelam di masa lalu. Niat menolong dan memperbaiki justru menjadi bumerang yang menyakiti dirinya sendiri.

Lebih jauh, dr. Resti mengungkap bahwa selama ini ia menanggung hampir seluruh kebutuhan hidup orang tersebut, mulai dari makan, pakaian, pulsa, hingga bensin. Bahkan bantuan tenaga dan waktu yang tak ternilai pun ia berikan. Sayangnya, seiring waktu, sikap kasar dan perlakuan tidak menyenangkan justru semakin sering ia terima, baik melalui pesan singkat maupun secara langsung.

Meski hatinya remuk, dr. Resti memilih untuk bangkit. Ia menyerahkan semua yang terjadi kepada Tuhan dan berharap cobaan ini menjadi kesialan terakhir di tahun 2025, sekaligus pelajaran berharga untuk melangkah lebih kuat di masa depan.

Ia secara terbuka menyebut nama Moh Sabri alias Abi, pria asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai sosok yang diduga telah merenggut kepercayaan sekaligus harapan masa depannya.

Resti menuturkan, selama menjalin hubungan asmara, ia berulang kali dimintai bantuan dana dengan berbagai dalih. Mulai dari pinjaman pribadi, kebutuhan keluarga, hingga pengurusan notaris dan pembiayaan tim kerja. Didorong rasa cinta dan keyakinan, ia mengaku tak ragu mentransfer uang dalam jumlah besar.

Menutup curahan hatinya, dr. Resti menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada siapa pun yang mungkin pernah ia sakiti, baik secara sadar maupun tidak.

“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua ini menjadi berkah dan penguat langkah saya ke depan,” tulisnya, dengan keyakinan bahwa setiap luka selalu menyimpan makna dan hikmah.

Sementara itu, Moh Sabri alias Abi seperti dikutip BUKABACA.co.id dari sultranesiacom, Rabu (17/12/2025), membenarkan bahwa dirinya pernah melamar dr. Resti pada Selasa, 4 November 2025 lalu di Makassar. Ia juga mengakui adanya rencana pemberian mahar berupa uang, lokasi tambang, hingga kebun sawit, meski rencana tersebut belum sempat direalisasikan.

Terkait dana ratusan juta rupiah yang disebut sebagai pinjaman, Abi berdalih uang tersebut digunakan untuk mengurus perusahaan milik Resti, termasuk biaya notaris dan keperluan lainnya. Ia menegaskan bahwa dalam hubungan mereka, urusan keuangan bersifat saling memberi dan dianggap sebagai hal yang biasa.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page