Dinas Kesehatan Maros Gelar Diseminasi Audit Kasus Kematian Ibu dan Anak

MAROS – Dalam upaya serius menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Dinas Kesehatan Kabupaten Maros menggelar diseminasi hasil audit kasus kematian ibu dan anak.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari Ketua DPRD Kab.Maros, Ketua TP PKK Kabupaten Maros, Kepala OPD, Direktur RSAU dr.Dody Sardjoto, RSUD LA Palaloi, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala puskesmas se-Kabupaten Maros, Ketua IBI, hingga organisasi profesi, dengan tujuan utama untuk mendengarkan hasil audit dan merumuskan langkah-langkah strategis demi perbaikan layanan kesehatan di masa mendatang.

Acara yang berlangsung di Hotel Grand Town Mandai Maros ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros Andi Davied Syamsuddin. (Kamis, 04/09/2025)

Data yang dipaparkan dalam diseminasi ini menunjukkan gambaran yang menantang terkait kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Maros. Berdasarkan laporan aplikasi Maternal and Perinatal Death Notification (MPDN), sepanjang tahun 2024 tercatat 10 kasus kematian ibu dan 62 kasus kematian bayi. Angka ini menjadi sorotan serius dan mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat. Hingga bulan Agustus 2025, data menunjukkan penurunan pada kasus kematian ibu, yakni 2 kasus, namun kasus kematian bayi masih tinggi dengan 47 kasus yang tercatat.

Sekda Maros dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan untuk menekan angka-angka ini.

“Kegiatan diseminasi ini bukan hanya sekadar laporan, tetapi menjadi momentum kita untuk berdiskusi secara mendalam, mencari akar permasalahan, dan menentukan langkah strategis yang tepat. Angka kematian ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Andi Davied Syamsuddin juga mengajak seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini untuk memberikan kontribusi aktif saat diskusi, sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya menjadi dokumen semata, melainkan diimplementasikan dalam kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di Kabupaten Maros.

“saya mengajak kepada seluruh peserta untuk berperan aktif saat diskusi, sharing pengalaman dan mencari solusi terbaik dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Maros” tutupnya

Proses audit yang telah dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kematian, baik dari sisi medis, non-medis, maupun sistemik. Hasil audit ini menjadi bahan diskusi utama dalam acara diseminasi. Berbagai kasus kematian ibu dan anak dikaji secara terperinci untuk mengidentifikasi potensi kesalahan atau celah dalam alur pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

Diskusi yang berlangsung sangat interaktif, melibatkan berbagai masukan dari para bidan di lapangan, dokter, serta kepala puskesmas. Mereka berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, kurangnya kesadaran masyarakat tentang tanda bahaya kehamilan, hingga tantangan geografis yang mempersulit rujukan pasien.

Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Beberapa program yang telah dan akan terus digalakkan antara lain adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, edukasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin (ANC), serta penguatan sistem rujukan terpadu.

Kepala Dinas Kesehatan Maros dr. Muhammad Yunus menambahkan bahwa hasil dari diseminasi ini akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi konkret. “Kami akan menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih kuat, memastikan setiap faskes (fasilitas kesehatan) memiliki SOP yang jelas, serta meningkatkan koordinasi antar sektor agar tidak ada lagi nyawa yang hilang karena kelalaian atau keterlambatan,” katanya.

Kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan Kabupaten Maros sebagai daerah dengan angka kematian ibu dan anak yang rendah. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target penurunan angka kematian ini optimis dapat tercapai. (HMS/SP)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page