Doa Keluarga Masih Mengiringi Pencarian Warga Asal Desa Tanete Selayar
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Sudah hilang berhari-hari, Abdul Wahab tak kunjung kembali. Petani berusia 60 tahun asal Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar itu dinyatakan hilang sejak berpamitan ke rumah keluarganya di dusun tetangga. Hingga Jumat sore, pencarian belum membuahkan hasil.
Peristiwa ini pertama kali disadari keluarga pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WITA. Wahab diketahui terakhir kali meninggalkan rumah pada Minggu, 25 Januari 2026. Ia pamit kepada anaknya, St. Hawang, untuk berjalan kaki menuju Dusun Unjuruiya, Desa Tanete. Namun, setelah pihak keluarga tujuan dihubungi, diketahui Wahab tak pernah tiba.
Keesokan harinya, Senin 26 Januari, keluarga dibantu warga setempat melakukan pencarian mandiri. Penyisiran dilakukan di jalur-jalur kebun yang biasa dilalui Wahab. Upaya itu tak menemukan tanda keberadaan korban.
Laporan resmi kemudian disampaikan ke Basarnas Pos Kepulauan Selayar pada Selasa malam. Sejak Rabu hingga Jumat, 28–30 Januari 2026, operasi pencarian melibatkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
Wilayah pencarian difokuskan di Desa Tanete dan sekitarnya, terutama area perkebunan. Setiap hari, operasi dihentikan sementara sekitar pukul 17.00 WITA karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keamanan. Hingga hari keempat, hasilnya masih nihil.
Menurut keterangan keluarga dan warga, Wahab terakhir terlihat di sekitar area kebun. Usia korban yang tak lagi muda memunculkan dugaan ia tersesat atau mengalami kelelahan di medan yang cukup berat. Namun, hingga kini, dugaan itu belum terkonfirmasi oleh temuan di lapangan.
Sebelum pencarian dilanjutkan, tim SAR gabungan terlebih dahulu menggelar doa bersama. Sebuah ikhtiar sunyi di tengah kecemasan keluarga yang terus menunggu kabar.
Tim SAR merekomendasikan penambahan personel serta sarana pendukung untuk memperluas area penyisiran. Masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban, sekecil apa pun.
Di Tanete, waktu terus berjalan. Hutan tetap diam. Dan keluarga Abdul Wahab masih menunggu satu kepastian: pulang, atau setidaknya kabar.
























