DPC APDESI Selayar Bentuk Panitia MUSCAB, Figur Ketua Jadi Pembicaraan
SELAYAR – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Kepulauan Selayar mulai menghangatkan mesin organisasinya. Pada Jumat, 23 Mei 2025, bertempat di Warkop Tana Doang, digelar rapat pembentukan panitia Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang rencananya akan dilangsungkan pada bulan Juni, usai perayaan Idul Adha.
Dalam forum yang berlangsung akrab namun penuh semangat tersebut, Awaluddin ditunjuk sebagai Ketua Panitia MUSCAB. Ia akan dibantu oleh Saenal Aefin sebagai Sekretaris Panitia. Kedua sosok ini dipercaya mampu mengawal proses persiapan hingga pelaksanaan MUSCAB dengan lancar dan tertib.
MUSCAB kali ini menjadi momentum strategis, karena akan menentukan nahkoda baru bagi DPC APDESI Selayar ke depan. Seiring dengan persiapan yang mulai berjalan, perbincangan tentang figur calon ketua mulai ramai dibicarakan. Beberapa nama disebut-sebut memiliki kans kuat, meski belum ada satupun yang secara resmi menyatakan diri maju.
“Persiapan MUSCAB ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan yang tertib dan berkualitas. Kami juga membuka ruang bagi seluruh kepala desa untuk terlibat aktif,” kata Awaluddin usai rapat.
Panitia menegaskan bahwa MUSCAB akan digelar secara demokratis, dengan mengedepankan prinsip keterwakilan desa. Menurut informasi yang dihimpun, hak suara dalam MUSCAB nanti akan terdiri dari:
- Satu suara dari unsur Dewan Pimpinan Daerah (DPD)
- Satu suara dari unsur DPC
- Seluruh Kepala Desa definitif dan Plt Kepala Desa se-Kabupaten Kepulauan Selayar.
Namun, penting dicatat, kepala desa yang tidak hadir pada saat MUSCAB tidak dapat diwakilkan dan otomatis kehilangan hak suara.
Dengan peta politik desa yang mulai menggeliat, publik menanti siapa figur yang akan tampil sebagai pemimpin baru APDESI Selayar, diharapkan mampu menyatukan visi, memperkuat jejaring antar-desa, dan mengangkat suara desa di level kebijakan daerah maupun nasional.
MUSCAB Juni mendatang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan titik tolak bagi arah baru perjuangan APDESI di Bumi Tanadoang.
























