Dr. Muh Asri Irwan, S.H.,M.H Menutup Kajari Cup Selayar 2026 dengan Kenangan Awal Tugas

Dr. Muh Asri Irwan, S.H.,M.H (kanan).

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Penutupan Kajari Cup 2026 di Lapangan Soccer Mini Merah Putih, Sabtu, 24 Januari 2026, tak sepenuhnya berdiri sebagai perayaan olahraga. Di balik sorak penonton dan penyerahan piala, terselip sinyal perpisahan yang disampaikan tanpa spanduk, tanpa pengumuman resmi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Muh. Asri Irwan, S.H., M.H., menutup turnamen itu dengan nada yang lebih personal daripada administratif. Di hadapan Wakil Bupati Selayar H. Muhtar, Ketua DPRD Selayar H. Mappatunru, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat, Asri Irwan memilih kata-kata terima kasih bahasa yang lazim dalam penugasan yang telah usai.

Pernyataannya terdengar normatif, hingga ia menarik ingatan ke titik awal kedatangannya di Selayar. “Pertama kali saya dijemput naik kapal feri, saya terharu. Sangat romantis kala itu,” ujarnya. Suaranya bergetar. Matanya berkaca-kaca. Kalimat itu mengubah suasana lapangan dari hiruk kemenangan menjadi ruang refleksi.

Kenangan tersebut bukan sekadar nostalgia. Bagi Asri Irwan, itu adalah penanda awal pengabdian di wilayah kepulauan yang menuntut kerja ekstra bukan hanya secara geografis, tetapi juga emosional. Selayar, dengan bentangan laut dan keterbatasan akses, menghadirkan tantangan yang jarang tercermin dalam laporan kinerja institusional.

Kajari Cup sendiri sejak awal diposisikan sebagai ajang pembinaan dan pendekatan sosial antarinstansi. Turnamen mini soccer itu mempertemukan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan unsur keamanan dalam ruang yang lebih cair. Namun di penutupannya, turnamen itu berubah fungsi, menjadi simbol perpisahan yang tak diucapkan secara eksplisit.

Wakil Bupati Selayar H. Muhtar, dalam sambutannya, secara terbuka melepas Asri Irwan menuju tugas barunya sebagai Jaksa Ahli Madya pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Pelepasan itu menegaskan bahwa Kajari Cup 2026 bukan hanya akhir sebuah kompetisi, melainkan akhir sebuah fase penugasan.

Di lapangan yang sama, piala diserahkan. Tim Disdikpora keluar sebagai juara pertama, disusul Tim Rutan dan posisi ketiga bersama diraih Polres serta PLTD. Kegiatan berakhir pukul 17.55 Wita, tertib dan aman, sebagaimana laporan resmi mencatatnya.

Namun di balik catatan teknis itu, Kajari Cup 2026 menyisakan cerita lain tentang relasi personal antara pejabat negara dan daerah tugasnya. Relasi yang jarang terbaca dalam dokumen formal, tetapi terasa kuat dalam jeda suara, tatapan mata, dan satu kalimat sederhana tentang kapal feri yang menjemput di awal pengabdian. (el/fdy)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page