Efek Pembelajaran Daring: Orang Tua Kesulitan, Murid Pun Jenuh
bukabaca.id, Makassar – Sudah setahun lebih lamanya Indonesia dilanda pandemi virus corona, hampir seluruh negara di belahan dunia mengalami dampak tersebut baik dari segi ekonomi, pekerjaan, maupun dari segi pendidikan.
Indonesia sendiri sebenarnya belum siap untuk menerima pembelajaran melalui daring untuk setiap pelajar. Namun hal ini dikarenakan adanya pengaruh pandemik mengharuskan pemerintah untuk melakukan pembelajaran tatap muka online.
Seperti curahan yang disampaikan oleh Daniati yang merupakan salah satu warga di Desa Bontomanai, kecamatan Bulukumba. Menurutnya, pembelajaran secara online yang dilakukan secara tiba-tiba membuat siswa tidak mengerti dan merasakan malas untuk mengikuti sistem pembelajaran secara keseluruhan.
Tak hanya itu saja, bahkan sebagai orang tua murid, pihaknya merasa kesulitan untuk mengajarkan anak di rumah apa lagi begitu banyak tugas online yang mesti di kerjakannya.
“Saya tentunya tidak tenang melihat anak-anak ku belajar di rumah, karena saya memiliki dua anak yang satu sibuk mengerjakan tugas-tugas online dan yang satu malas untuk mengikuti pembelajaran online,” ujarnya kepada awak media, Minggu (28/3/2021).
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa sebelumnya belum pernah ada pembelajaran seperti ini (online) biasanya langsung tatap muka yang membuat anak bermalas-malasan untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh gurunya.
“Lebih-lebih saya khawatir sama anak keduaku soal pendidikannya karena semaunya saja mau kerja tugasnya atau tidak yang diberikan oleh gurunya,” tuturnya.
Sementara itu, saat dimintai tanggapan Supriadi, salah seorang siswa menuturkan bahwa dirinya pun merasa jenuh akan proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara seperti ini.
“Kadang merasa jenuh kak, karena kadang saya dapat waktu, di mana saya merasa sunyi dan bosan tinggal terus di rumah. Dan saya mau sekali ke sekolah. Mudah-mudahan virus corona cepat berlalu singgah bisa sekolah tatap muka kembali,” ujar Supriadi.
Penulis: Adi Saputra (Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
























