Fajar Sadboy Bicara Kriteria Istri: Dia Perempuan
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Fajar Labatjo kembali bergaung di ruang publik. Remaja yang dikenal dengan julukan Fajar Sadboy itu kali ini bukan mencuri perhatian lewat ungkapan patah hati, melainkan lewat cara pandangnya soal pasangan hidup yang sederhana di permukaan, namun menyimpan lapisan nilai yang lebih dalam.
Dalam sebuah tayangan perbincangan, Fajar menyebut syarat pertama calon istrinya dengan nada datar “Dia perempuan saja.” Pernyataan itu mengundang tawa, tapi tak berhenti di sana. Ia segera menegaskan, ukuran yang ia pakai bukan semata rupa atau harta.
Bagi Fajar, keluarga adalah poros. Restu orang tua, terutama ibunya, menjadi prasyarat yang tak bisa dinegosiasikan. “Mau secantik atau sekaya apa pun, kalau tidak menghargai orang tua, Mama tidak akan mau,” katanya.
Di titik ini, Fajar seperti sedang menegaskan ulang nilai lama yang kerap tersisih di tengah relasi modern yang serba cair.
Sikap itu menunjukkan sisi lain Fajar lebih tenang, lebih terukur. Ia tak sekadar membangun persona “sadboy” yang larut dalam kesedihan, melainkan mulai merumuskan arah hidup yang lebih pasti hubungan yang berakar pada keluarga.
Di sela pernyataannya, terselip pula nada keseriusan. Fajar mengaku siap melangkah ke jenjang pernikahan jika menemukan sosok yang ia yakini sebagai takdirnya. Sebuah pernyataan yang, meski terdengar ringan, mengisyaratkan pergeseran dari sekadar konten emosional menuju komitmen yang lebih konkret.
Pada akhirnya, Fajar Sadboy tampak sedang menegosiasikan identitasnya sendiri di hadapan publik dari simbol kegalauan menjadi figur yang berbicara tentang pilihan hidup dan tentang cinta yang, baginya, harus terlebih dulu mendapat restu dari rumah.
























