Fenny Frans Senggol BPOM Makassar dan BPOM RI
MAKASSAR – Publik figur dan pelaku usaha kecantikan, Fenny Frans, menyuarakan harapannya agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertindak adil dan profesional dalam menangani isu terkait produk racikan yang belakangan ramai diperbincangkan di Kota Makassar.
Dalam pernyataan terbukanya, Fenny mengaku kecewa karena merasa dirugikan oleh beredarnya produk baru yang belum memberikan keuntungan, sementara ia sendiri tidak mengetahui detail kandungan produk tersebut.
“Saya tipe orang yang tidak suka mengurusi urusan orang lain. Tapi ketika saya jatuh karena produk baru yang bahkan belum saya dapatkan keuntungannya dan saya tidak tahu tentang produk itu, kenapa masih ada pihak yang semena-mena sama saya?” ujarnya.
Fenny menegaskan bahwa selama bertahun-tahun dirinya konsisten menjual produk berizin BPOM, dan karenanya ia berharap lembaga tersebut memberikan perhatian serius terhadap maraknya produk racikan yang disebut-sebut menjadi salah satu “aset terbesar” di Sulawesi Selatan.
“Selamatkan orang Makassar. Saya mau fokus edukasi tentang produk ber-BPOM untuk masyarakat. Jadi jangan diganggu dan jangan sekali-kali diserang,” tambahnya menyinggung pihak yang diduga mencoba menjatuhkan usahanya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha yang menikmati keuntungan besar dari produk ilegal agar lebih sadar diri, karena menurutnya tidak ada satu pun yang kebal hukum.
“Mungkin bukan sekarang, tapi pasti akan kena nanti. Tidak ada yang kebal hukum selama ada yang berani bersuara sampai nasional,” tegasnya.
Fenny bahkan menyebut siap membuka suara jika terus ditekan, dan meminta BPOM Makassar serta BPOM RI menindaklanjuti temuan-temuan terkait produk berbahaya yang beredar dengan menggunakan label palsu maupun iming-iming ‘deking’.
“Makassar itu keras, nyawa saja bisa dikorbankan kalau ada yang berani ganggu bisnisnya. Jadi saya mohon kasus ini ditindaklanjuti dengan sangat serius,” tutupnya.
























