Fitnah Lebih Berat dari Ketidaktaatan
- Fitnah lebih berat dari ketidaktaatan
Selain lebih kejam dari pada pembunuhan fitnah merupakan perbuatan yang lebih berat dari ketidaktaatan. Melakukan fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat. Allah menghukum seseorang yang melakukan fitnah lebih besar dari pada orang yang melakukan dosa besar. Fitnah merupakan dosa yang tak terampuni.
Melakukan fitnah akan menyebabkan suatu kebingungan. Ketika seseorang melakukan fitnah maka akan ada banyak orang yang terjatuh ke dalam dosa besar akibat fitnah dan banyak orang tidak menyadari hal tersebut. Tidak akan ada pengampunan bagi orang yang melakukan fitnah. Itulah sebabnya mengapa orang tidak menyukai fitnah.
- Tidak akan diberi syafa’at Nabi SAW
Rasulullah SAW bersabda “Syafaa`ti li ahl al-kabaair min ummati, Syafaatku untuk orang yang melakukan dosa besar”. Dari hadits tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak akan memberikan syafaatnya untuk orang-orang yang melakukan fitnah. Orang yang melakukan fitnah dikutuk seperti iblis.
Jika tidak ada orang yang mengeluarkan kutukan tersebut maka fitnah adalah tertidur dan Allah sangat mengutuk orang yang membangunkan fitnah ataupun menyebarkan fitnah. Oleh karena itu fitnah sangatlah dilarang oleh Allah karena tidak akan diberi syafa’at oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satu cara menghadapi fitnah menurut islam yaitu menghadapinya dengan sabar.
- Fitnah akan mencegah seseorang masuk surga
Fitnah merupakan dosa wanita yang paling dibenci Allah dan dilarang dalam Islam karena dapat mencegah seseorang masuk surga. Seseorang yang melakukan fitnah, ghibah dan juga menggunjing tidak akan pernah masuk surga mereka merupakan orang yang bangkrut sekalipun mereka berpuasa dan berdoa.
Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat “siapakah orang yang bangkrut?” lalu mereka berkata “orang yang tidak memiliki kekayaan”. Kemudian Rasulullah SAW berkata “Bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai amal ibadah.” Lalu sahabat bertanya kembali “Bahkan ketika orang tersebut mengerjakan shalat dan puasa?”
Dan Rasulullah SAW menjawab
“bahkan ketika dia shalat dan puasa karena perbuatan baiknya akan diberikan kepada orang yang terzalimi, dia ghibah dan juga fitnah bahkan perbuatan buruk orang yang di fitnah dan di tindas akan diberikan kepada orang yang memfitnahnya.”
Oleh sebab itu janganlah sekali-kali melakukan fitnah karena fitnah merupakan perbuatan yang sangat dilarang oleh agama. Sekian pembahasan mengenai 7 larangan fitnah dalam Islam. Semoga bermanfaat.
Artikel diatas telah tayang di www.dalamislam.com dengan judul “7 Larangan Fitnah dalam Islam dan Dalilnya”
























