Guru Beri Tugas Terlalu Banyak pada Muridnya, Orang Tua: Gaya Otoriter Masuk Ranah Sekolah

bukabaca.id, – Baru-baru ini kembali viral sebuah capture percakapan di grup Whatsapp, yang memperlihatkan sosok orang tua murid yang melakukan protes kepada guru yang mengajar anaknya.

Hal ini dilakukan, karena menurut orang tua tersebut, guru terlalu banyak memberikan tugas pada muridnya. Bahkan, terlihat dari foto yang beredar itu, orang tua yang melakukan protes tersebut sampai dikeluarkan dari grup WhatsApp kelas, sehingga anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran lagi.

Dalam protesnya, orang tua itu menyebut sekolah sudah menjadi otoriter. Ia mengeluh dirinya dan sang istri begitu kewalahan saat membantu anaknya mengerjakan tugas.

“Gila! Gaya otoriter sudah masuk sampai ke ranah sekolah. Pagi ini bini gue sedikit kasih masukan ke guru anak gue yang pertama. Soal pemberian tugas harian mulai dari LKS yang bisa sampai 5 lembar, belum ditambah tugas dari buku paket. Adiknya pun sama seperti itu,” keluh orang tua, dikutip dari @memomedsos, Jumat (6/8/2021).

“Mengingat kemampuan kita orang tua yang gak punya basic mengajar, ditambak kesibukan untuk bertahan hidup. Dapat dipastikan kami gak selalu bisa mendampingi putra-putri kami untuk menjawab tugas-tugasnya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, orang tua itu pun memberi masukan secara baik-baik ke guru. Mereka menyarankan agar tugas untuk murid-murid diambil dari salah satu buku saja, LKS atau paket, bukan keduanya.

Namun, saran ini justru ditanggapi dengan dingin oleh pihak guru. Ia menyebut sang guru sampai mendepak mereka dari grup kelas orang tua murid.

“Dan pagi ini bini gue udah merasa kewalahan dengan tugas-tugas yang diberikan, hingga beberapa halaman sekaligus. Saat memberikan masukan ke sang guru, endingnya bini gue malah di kick dari grup tersebut,” ungkapnya.

Orang tua ini pun menyayangkan sikap sang guru, yang terkesan tidak mau mendengar masukan. Ia akhirnya menyebut sikap guru itu otoriter.

“Ini sikap guru yang sangat otoriter dan tidak terbuka dengan masukan dari orang tua murid,” pungkasnya.

Sikap gurunya itu merugikan sang anak. Pasalnya, anaknya menjadi tidak bisa mengikuti pelajaran yang biasa dibagikan ke grup tersebut. Orang tua pun mempertanyakan hal ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Orang tua tersebut turut membagikan percakapan dengan sang guru. Disitu, sang guru membalas jika semua tugas sudah sesuai dengan program pemerintah. Guru itu tidak mau disalahkan begitu saja.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page