HMPS ILHA UIN Alauddin Sukses Gelar Seminar Keperempuanan dengan Prokes Ketat

Gambar: Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar usai menyelenggarakan Seminar Keperempuanan/Ist.

bukabaca.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis (HM PS ILHA) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan seminar Keperempuanan di Macanda, kabupaten Gowa, Senin (7/6/2021).

Seminar kali ini mengusung tema ‘Meningkatkan pemberdayaan Perempuan dengan Semangat Kartini di Era Modern. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari perempuan yang biasanya dilakukan di bulan April.

Namun HM PS ILHA baru bisa menyelenggarakannya di bulan Juni. Hal ini dikarenakan perihal perempuan sebenarnya bukanlah momentuman, melainkan setiap saat harus digalakkan yang namanya pemberdayaan perempuan.

Seminar Keperempuanan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP). Turut hadir sebagai pembicara yakni ketua jurusan prodi studi agama-agama yang juga merupakan dosen di Prodi Ilmu Hadis (menelisik pemberdayaan perempuan dengan perspektif hadis) dan ketua prodi hubungan internasional (kesetaraan gender) UIN Alauddin Makassar.

Sahrul selaku Ketua Umum mengatakan bahwa himpunan mereka adalah satu-satunya himpunan yang melakukan seminar secara offline di tengah pandemi Covid-19. Namun meskipun demikian, pihaknya tetap menegaskan protokol kesehatan yang ketat bagi peserta yang hadir.

Selain itu, ia juga berharap agar seminar Keperempuanan yang pihaknya selenggarakan bisa memberikan edukasi kepada perempuan-perempuan dalam menghadapi tantangan zaman dengan segala pengaruhnya.

“Semoga seminar keperempuanan ini bisa memberikan edukasi kepada perempuan-perempuan akan sadar bagaimana sebenarnya itu peran perempuan dalam mengahadapi tantangan zaman dengan segala pengaruhnya di era modern ini. Dan tentunya paham akan hak dan kewajiban perempuan itu sendiri apatalagi sebagai mahasiswa ilmu hadis yang tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih karena kita paham bahwa tidak sedikit daripada periwayat hadis itu dari kalangan perempuan. Dan semoga kegiatan yang seperti ini bisa terus kita hidupkan,” ujar Sahrul kepada bukabaca.id, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp.

Senada dengan Sahrul, Cindi Aprilia yang merupakan ketua panitia kegiatan juga berharap, semoga kegiatan ini bisa membuat perempuan sadar akan hak dan kewajibannya.

“Di samping itu juga bisa dijadikan sebagai ajang tatap muka dengan dosen yang selama ini hanya bisa disaksikan secara daring kini bisa bertemu langsung juga sebagai ajang pengenalan untuk memperkuat silaturrahim dan hubungan emosional sesama angkatan termuda yaitu Ilmu Hadis 20,” ujarnya.

Sekadar diketahui bahwa dalam pelaksanaan seminar kali ini diselenggarakan secara offline dan juga virtual melalui live streaming di Instagram resmi milik Himpunan jurusan Ilmu Hadis. Untuk peserta yang hadir secara offline diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Adapun pesertanya yakni umum, namun lebih diprioritaskan untuk mahasiswa Ilmu Hadis. (Dev)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page