Imbauan Gubernur Sulsel: Ramadan untuk Ibadah, Bukan Seremonial
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta untuk menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia juga menekankan agar Ramadan dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada fakir miskin dan warga kurang mampu.
Dalam imbauannya, Andi Sudirman meminta agar pelaksanaan peringatan hari jadi kabupaten/kota maupun event daerah yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, dan pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selama Ramadan dijadwalkan ulang dan dilaksanakan setelah Ramadan, yakni pada April 2026.
“Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu,” kata Andi Sudirman.
Apabila pemerintah kabupaten/kota tetap melaksanakan kegiatan selama Ramadan, ia mengimbau agar pelaksanaannya dilakukan secara internal di daerah masing-masing, tanpa mengganggu fokus ibadah dan pelayanan publik.
Gubernur juga mengingatkan agar kegiatan buka puasa bersama yang digelar pemerintah daerah mengutamakan kehadiran fakir miskin dan anak yatim piatu sebagai wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial.
Selain itu, Andi Sudirman meminta agar intensitas kegiatan pejabat yang bersifat saling mengundang dikurangi dan lebih diarahkan pada aktivitas yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada sektor swasta, perusahaan, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan agar melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan kerja dalam kegiatan buka puasa bersama, termasuk melibatkan warga setempat oleh para rekanan dan mitra kerja.
“Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
























