Jejak Jaringan Narkotika Selayar Mulai Terkuak
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Penemuan paket mencurigakan di pesisir Pantai Dusun Pengga, Desa Pammatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, membuka indikasi awal adanya jalur peredaran narkotika yang menyasar wilayah kepulauan. Paket berbentuk kotak persegi panjang dengan berat bruto sekitar 2 kilogram itu ditemukan pada Kamis pagi, 19 Maret 2026, dalam operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Deninteldam XIV/Hasanuddin, serta Unit Intel Kodim 1415/Selayar.
Operasi ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima BNNP Sulsel sehari sebelumnya. Informasi tersebut menyebut adanya benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan narkotika di kawasan pesisir. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan bergerak cepat menuju Selayar untuk melakukan verifikasi lapangan.
Sekitar pukul 10.35 WITA, tim tiba di lokasi yang dimaksud. Setelah berkoordinasi dengan sumber informasi yang identitasnya dirahasiakan, petugas menemukan satu kantong plastik hitam berisi dua paket berbentuk kotak. Berat totalnya diperkirakan mencapai 2 kilogram.
Belum ada keterangan resmi mengenai jenis zat yang terkandung, namun kuat dugaan paket tersebut merupakan narkotika yang sengaja diselundupkan melalui jalur laut.
Pola penemuan di wilayah pesisir mengindikasikan kemungkinan modus “drop off” di titik-titik terpencil yang minim pengawasan.
Jalur laut di kawasan kepulauan seperti Selayar kerap dianggap rawan dimanfaatkan oleh jaringan narkotika untuk menghindari pengawasan ketat di pelabuhan besar.
Setelah penemuan tersebut, tim segera melaporkan hasilnya ke komando masing-masing. Paket itu direncanakan akan diamankan dan dibawa ke Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh BNNP Sulsel.
Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman paket tersebut.
Temuan ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antar aparat dalam mengantisipasi peredaran narkotika di wilayah kepulauan. Aparat intelijen dan penegak hukum kini dihadapkan pada tantangan untuk mengurai jaringan yang diduga memanfaatkan celah geografis Selayar sebagai jalur distribusi.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi awal menjadi kunci terbukanya kasus ini.
Namun pekerjaan besar justru baru dimulai menelusuri asal-usul paket, mengidentifikasi jaringan, dan memastikan jalur distribusi ini tidak terus berulang di masa mendatang.
























