Kejari Selayar Pengganti Dr. Muh Asri Irwan Dilantik

Muhammad Fadly Hasibuan, S.H., M.H., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar

BUKABACA.co.id, MAKASSAR — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Didik Farkhan Alisyahdi mengingatkan para pejabat kejaksaan yang baru dilantik bahwa jabatan penegak hukum bukan sekadar rotasi administratif. Ia menyebut posisi tersebut sebagai amanah berat negara yang menuntut integritas, ketegasan, dan kemampuan membaca perubahan hukum.

“Ini momentum memperkuat integritas dan kinerja. Jabatan ini amanah besar yang menuntut penegakan hukum tegas, berintegritas, dan visioner, terutama di tengah dinamika perubahan KUHP dan KUHAP,” kata Didik saat pelantikan pejabat Kejaksaan di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Selasa, 27 Januari 2026.

Didik menegaskan mutasi dan pelantikan bukan formalitas belaka, melainkan bagian dari strategi penyegaran organisasi sekaligus estafet kepemimpinan yang menentukan arah penegakan hukum di Sulawesi Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas kontribusi dan loyalitas mereka.

Salah satu capaian yang disorot adalah kinerja Kejari Barru di bawah Syamsurezky, yang dinilai berhasil menjalankan program Zero Indekos serta mengembangkan layanan Seksi Prima dengan pendekatan humanis dan efisien bagi saksi dan masyarakat pencari keadilan.

Dalam pelantikan tersebut, Kejati Sulsel mengambil sumpah empat pejabat baru, yakni Sutarto Wilson sebagai Asisten Pidana Militer (Aspidmil), Syamsurezky sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, Erik Yudistira sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barru, serta Muhammad Fadly Hasibuan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar.

Didik memberikan instruksi khusus kepada para pejabat baru. Aspidmil diminta memastikan koordinasi solid dengan Oditurat dan Polisi Militer. Para Kepala Kejari diwajibkan hadir di tengah masyarakat, bertindak cepat terhadap perkara yang meresahkan, serta mengoptimalkan keadilan restoratif untuk perkara ringan yang memenuhi syarat.

Namun, ia menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi perkara yang merugikan keuangan negara.

“Bersikap tegas tanpa kompromi. Jadikan Kejaksaan pelayan hukum yang mengayomi dan memberi rasa aman,” ujar Didik.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Kepala Kejati Sulsel Prihatin, jajaran asisten, Kepala Kejari se-Sulsel, serta pengurus wilayah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sulawesi Selatan.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page