Kepala BNN Suyudi Ario Seto: Narkoba Ancaman Keamanan Nasional
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Sabtu, 31 Januari, mengukuhkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) Bidang Ilmu Hukum. Penghargaan akademik tertinggi itu diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan dan penegakan hukum, terutama dalam kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Rektor Universitas Tarumanagara Amad Sudiro menyatakan penganugerahan tersebut telah melalui proses kajian dan penilaian akademik yang ketat. Menurut dia, rekam jejak Suyudi dinilai memiliki dampak nyata terhadap perkembangan hukum pidana khusus serta perlindungan masyarakat dari kejahatan, khususnya narkotika dan kejahatan transnasional.
“Promovendus memiliki jasa luar biasa dalam pengembangan hukum pidana khusus, mulai dari tindak pidana narkotika, kejahatan siber, perdagangan orang, hingga kejahatan lintas negara. Perannya di Polri dan BNN memberi kontribusi konkret bagi perlindungan masyarakat,” ujar Amad dalam pembacaan pertanggungjawaban akademik.
Dalam orasi ilmiah berjudul Narkoba, Keamanan, dan Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Ilmu Hukum, Suyudi menegaskan bahwa persoalan narkotika tidak dapat dipisahkan dari isu keamanan nasional. Ia merujuk sejumlah tragedi internasional sebagai bukti bahwa masifnya peredaran narkoba kerap berbanding terbalik dengan tingkat keamanan suatu negara.
“Semakin pesat perkembangan narkoba, semakin tidak aman negara tersebut,” kata Suyudi di hadapan civitas akademika.
Ia menilai penanganan narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial atau semata-mata represif. Menurut dia, dibutuhkan pendekatan komprehensif dan berkeadilan, dengan menyeimbangkan penegakan hukum tegas terhadap jaringan peredaran gelap dan pendekatan humanis melalui pencegahan serta rehabilitasi bagi penyalah guna.
Menutup orasinya, Suyudi mengajak seluruh elemen bangsa terlibat aktif dalam perang melawan narkotika. Upaya tersebut, kata dia, bukan sekadar agenda penegakan hukum, melainkan ikhtiar menyelamatkan generasi penerus dan menjaga ketahanan nasional, yang ia rangkum dalam semangat War on Drugs for Humanity perang melawan narkotika demi kemanusiaan.
























