Kisah Pilu Sosok Nenek Tua di Sinjai, Hidup Sebatang Kara dengan Kondisi Rumah Tak Layak Huni
bukabaca.id, Sinjai – Sepatutnya kita selalu mensyukuri atas segala nikmat yang kita miliki. Di tengah apa yang menjadi kebanggaan kita atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan, ternyata itu semua bukanlah hak penuh untuk kita nikmati.
Pasalnya atas apa yang kita miliki, ada juga hak orang lain di dalamnya. Termasuk orang-orang yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita. Seperti halnya yang dirasakan oleh seorang nenek yang tinggal sebatang kara di Sinjai.
Sosok nenek tua bernama Nenek Iyya, tinggal seorang diri dalam sebuah gubuk kecil reok, tak layak huni, di Jalan Persatuan Raya, tepat di depan Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Sinjai, Belakang toko pakaian.
Diketahui bahwa Nenek Iyya merasakan keadaan yang memperihatinkan seperti itu sudah bertahun-tahun lamanya. Namun dirinya tetap sabar menerima segala keadaan yang tengah menimpanya.
Untuk keseharian Nenek Iyya sendiri adalah sebagai seorang penjual jamu di salah satu pasar di Sinjai. Nenek Iyya mengaku dirinya pernah memperoleh bantuan sembako, tapi tidak dengan perbaikan rumah. Menurut informasi yang diperoleh, rumah yang ia tempati saat ini bukanlah rumah Nenek Iyya pribadi, melainkan milik orang lain yang ia gunakan sebagai tempat tinggal.

Fahrul Efendi, salah satu warga Kabupaten Sinjai menuturkan bahwa kondisi rumah Nenek Iyya sangatlah mengenaskan, hancur dan sangat tak layak.
“Sedih melihat kondisi beliau, apalagi dia tinggal sendiri di situ dengan kondisi yang sangat memperihatinkan sekali. Bayangkan rumahnya sangat perlu direnovasi, mulai dari atap, dinding bahkan alas yang digunakannya tidur pun tak layak pakai,” ungkap Fahrul Efendi kepada bukabaca.id, Minggu (14/2/2021).
Tak membutuhkan banyak biaya, menurut Fahrul untuk memperbaiki atap yang bocor, dinding serta alas tidur seperti karpet hanya akan membutuhkan biaya sekitar Rp5 juta.
“Pas saya berkunjung ke kediaman Nenek Iyya, saya sempat merinci kira-kira biaya mulai perbaikan atap hingga alas tidur kurang lebih Rp5 juta. Dan rencananya saya ingin open donasi untuk beliau,” jelas Fahrul Efendi.
Melihat kondisi Nenek Iyya yang hanya tinggal sebatang kara tersebut, mungkin yang sangat dibutuhkan saat ini adalah hanyalah mata terbuka dari pemerintah, masyarakat sekitar untuk memberikan sedikit hak untuk Nenek Iyya.
Dan untuk teman-teman yang lain, jika ingin membantu, silahkan mengunjungi langsung Nenek Iyya. Atau Donasi melalui rekening BNI 0950318895 atas nama Fahrul Efendi. Selain itu bisa juga langsung menghubungi kontak 081398074779.
Mari kita saling bahu-membahu untuk saudara kita yang sedang merasakan kepedihan dalam menjalani kehidupan. (Dev/Dev)
























