Kisah Syamsul Jahidin yang Sukses ‘Pensiunkan’ Polisi dari Jabatan Sipil, Kirim Pesan untuk Pemuda Selayar
Jakarta — Kisah perjalanan hidup Syamsul Jahidin, seorang advokat muda yang kini dikenal luas dalam penanganan perkara pidana, perdata, dan ketenagakerjaan, menjadi cerminan nyata dari kekuatan kesungguhan dan dedikasi.
Lahir di Pangesangan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 tahun silam, Syamsul berhasil membuktikan bahwa latar belakang tidak menentukan batas kesuksesan.
Sebelum namanya tercatat sebagai advokat anggota Dewan Pengacara Nasional (DPN), Syamsul Jahidin pernah melakoni profesi sebagai petugas keamanan perusahaan. Namun, dengan kesungguhan yang sama saat ia menjalankan tugasnya, ia meniti jalan pendidikan hukum hingga berhasil bertransformasi menjadi lawyer yang sepak terjangnya mulai diperhitungkan.
“Ketika masih SMA, salah seorang guru bertanya tentang cita-cita saya. Spontan, saya menjawab mau jadi pembela,” dikutip dari hukumonlinecom seperti dikenang Syamsul, Selasa (18/11/2025).
Cita-cita masa kecilnya untuk menjadi pembela orang-orang yang teraniaya dan membutuhkan bantuan hukum, akhirnya mengantarkannya pada pilihan profesi advokat dengan mantap.
Fokus pada Keadilan dan Pembelaan Hak Buruh
Saat ini, Syamsul Jahidin dikenal sebagai advokat yang berfokus pada keadilan dan kepuasan klien. Keahliannya mencakup penyelesaian perkara litigasi maupun nonlitigasi.
Salah satu fokus utamanya adalah pembelaan hak buruh dan pekerja. Dedikasinya pada isu ini sangat tinggi, bahkan ia sering kali turun ke jalan bersama para aktivis untuk menyuarakan keadilan bagi kaum pekerja. Komitmennya ini menunjukkan bahwa profesi hukum tidak hanya sebatas ruang sidang, tetapi juga tentang memperjuangkan keadilan sosial di tengah masyarakat.
Kepada bukabaca.co.id Syamsul Jahidin menitip Pesan Penting untuk Remaja dan Pemuda Selayar. Pesan ini penting untuk direnungkan oleh generasi muda yang sedang merencanakan masa depannya:
“Tetap semangat. Dan remaja dan Pemuda merubah arah negara. Pulau Selayar kecil, tapi semangat daya juangnya harus sebesar gunung,” pintanya.
Pesan ini mengandung dua poin edukatif utama:
Tetap Semangat: Mengajak para pemuda untuk tidak pernah menyerah, menanamkan etos kerja keras, dan percaya pada proses meskipun tantangan menghadang, seperti yang ia alami dalam perjalanan kariernya.
Merubah Arah Negara: Menekankan bahwa remaja dan pemuda adalah agen perubahan ( agent of change). Mereka memiliki potensi dan tanggung jawab besar untuk membawa inovasi, nilai-nilai keadilan, dan perubahan positif demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Kisah Syamsul Jahidin menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelajar dan pemuda Indonesia, khususnya di Selayar, bahwa kesungguhan hati, kerja keras, dan idealisme adalah modal utama untuk meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi nyata bagi negara.
























