Lansia 60 Tahun di Selayar Dicari Saat Laporan Datang Terlambat

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Jejak Abd. Wahab putus di antara pepohonan Kebun Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar. Lansia berusia 70 tahun itu berangkat berjalan kaki pada Sabtu pagi, 25 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 Wita, dengan tujuan sederhana, mengunjungi rumah keluarganya di Dusun Unjuruyya.

Ia tak pernah tiba. Sejak itu, hutan menjadi saksi bisu hilangnya seorang warga dan lambannya alarm bahaya berbunyi.

Informasi terakhir menyebutkan Abd. Wahab sempat terlihat warga pada Minggu siang di kawasan kebun Alasa. Namun kabar itu berhenti sebagai bisik-bisik di kampung. Laporan resmi ke Basarnas Makassar baru masuk pada Rabu, 28 Januari 2026 selang hampir tiga hari sejak penampakan terakhir.

Dalam operasi pencarian, jeda waktu seperti ini kerap menjadi pembeda antara harapan dan tragedi.

Basarnas Kelas A Makassar melanjutkan pencarian hari kedua dengan mengerahkan tim SAR gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan strategi difokuskan pada penyisiran terarah.

Dua Search and Rescue Unit (SRU) dibagi untuk menyisir sisi kiri dan kanan jalur setapak yang diduga dilalui korban, masing-masing sejauh lima kilometer, menggunakan teknik ESAR metode penyisiran sistematis berbasis perkiraan lintasan korban.

“Hari ini kami melanjutkan operasi dengan membagi tim menjadi dua SRU. Fokus pada jalur setapak yang dicurigai sebagai rute korban,” ujar Arif, Kamis, 29 Januari 2026.

Di lapangan, operasi ini bukan sekadar soal jarak. Medan hutan Alasa dikenal rapat, dengan kontur yang menyulitkan visibilitas. Tim gabungan melibatkan Pos SAR Selayar, BPBD Selayar, Polsek Bontomatene, serta warga setempat bekerja berpacu dengan waktu. Setiap jam yang berlalu mempersempit peluang, terlebih mengingat usia korban dan kemungkinan keterbatasan fisik.

Basarnas menyatakan telah menyiapkan skenario evakuasi dan penanganan medis jika korban ditemukan dalam kondisi lemah. Prosedur darurat juga disiapkan untuk mengantisipasi risiko pada personel.

Basarnas mengimbau warga yang memiliki informasi sekecil apa pun untuk segera melapor. Di hutan Alasa, jejak bisa hilang cepat. Waktu, seperti biasa, menjadi lawan yang paling keras. (bsn/fdy)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page