Masih Covid-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia Belum Rekomendasikan Sekolah Secara Tatap Muka
bukabaca.id, – Pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa dirinya tidak setuju terkait adanya kebijakan yang memberlakukan untuk pembelajaran dilakukan secara tatap muka pada saat ini. Hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19 di tanah air belum terkendali.
Terkait hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Umum IDAI, Aman B Pulungan. Dirinya mengungkapkan bahwa syarat utama sekolah bisa dibuka kembali antara lain laju penularan atau positivity rate di bawah 5 persen dan menurunnya tingkat kematian.
“Melihat situasi dan penyebaran Covid-19 di Indonesia, saat ini sekolah tatap muka belum direkomendasikan,” kata Aman dalam keterangan resminya yang diterima bukabaca.id, Rabu (28/4/2021).
Lebih lanjut katanya bahwa indikator lain yang belum mendukung sekolah tatap muka saat ini adalah ditemukannya varian baru corona sejak Maret 2021 serta cakupan vaksinasi Covid-19 yang belum mencapai target kekebalan kelompok.
“Jika sekolah tatap muka tetap dimulai, maka harus menyiapkan blended learning, anak dan orang tua bebas memilih online atau offline, anak yang belajar online dan offline harus memiliki hak dan perlakuan yang sama,” tegasnya.
Bahkan menurutnya, semua guru dan pengurus sekolah yang berhubungan dengan anak dan orang tua harus sudah divaksin, serta waktu dan kegiatan di sekolah harus dibatasi.
“Guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru, misalnya memanfaatkan belajar di ruang terbuka seperti taman, lapangan, dan alam terbuka,” ucapnya.
Terakhir pihaknya juga menegaskan, kesehatan dan keselamatan anak terjamin dalam konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 20 November 1989 dan Keputusan Presiden Indonesia No 36 tahun 1990.
Diketahui, bahwa sejauh ini Kemendikbud mencatat dari 432 ribu sekolah yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan, baru 238 ribu sekolah yang sudah mengisi daftar periksa prokes sebagai syarat pembelajaran tatap muka. (Dev)
























