Menembus Ombak, Menyelamatkan Nyawa: Kisah Bidan Mahdina di Pulau Terpencil Selayar
SELAYAR — Di balik tenangnya ombak laut Selayar, tersimpan kisah perjuangan seorang bidan muda bernama Mahdina. Bertugas di Pustu Karumpa Barat, wilayah terisolasi di bawah naungan Puskesmas Pasilambena, Mahdina menjalani tugas mulia dengan penuh tantangan.
Transportasi menjadi kendala utama. Untuk merujuk pasien, terutama ibu bersalin dengan kondisi kritis, Mahdina harus menempuh perjalanan laut menggunakan jolor atau perahu kecil dengan waktu tempuh yang tidak sebentar. Cuaca yang tak menentu, ombak besar, dan minimnya kenyamanan membuat proses rujukan menjadi penuh risiko.
“Kadang kami merujuk pasien in partu, kondisi ibu sudah lemah, tapi tetap harus naik perahu dengan ombak besar. Itu sangat mengkhawatirkan, tapi kami tidak punya pilihan lain,” ujarnya kepada bukabaca.id, Kamis (21/5/2025).
Meski dengan segala keterbatasan, Mahdina tetap teguh menjalankan tugas. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan tenaga kesehatan di daerah terpencil.
“Harapan kami, bidan honorer bisa diangkat menjadi PHL (Pegawai Harian Lepas), agar kami bisa terus berjuang dengan dukungan yang lebih layak,” tambahnya penuh harap.
Di tengah sunyinya pulau, Mahdina adalah cahaya bagi ibu-ibu hamil di Karumpa Barat. Semangat dan dedikasinya menjadi simbol bahwa di pelosok negeri, masih banyak pahlawan tanpa tanda jasa yang layak mendapatkan perhatian dan penghargaan.
























