Mengharukan, Kisah Arifin dari Sopir Mobil Sampah di Bone Jadi Lurah
BONE — Kisah luar biasa datang dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang pria sederhana yang selama 22 tahun mengabdi sebagai sopir mobil sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini resmi menjabat sebagai Lurah Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang. Namanya Arifin, dan kisah hidupnya kini jadi inspirasi banyak orang.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Arifin bahwa dirinya akan dipercaya memimpin sebuah kelurahan. Pada Jumat (16/5), ia mendadak dipanggil Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, untuk dilantik menjadi lurah. “Saya kaget karena langsung dipanggil untuk dilantik sebelum salat Jumat. Padahal tidak ada persiapan apa-apa, baju saja saya pinjam untuk ikut dilantik,” ujar Arifin dengan mata berkaca-kaca.
Arifin memang bukan orang baru dalam lingkup Pemkab Bone. Sejak November 2003, ia mulai mengabdi dengan mengendarai motor sampah. Enam tahun kemudian, ia diangkat menjadi CPNS dan terus melanjutkan tugasnya sebagai sopir truk sampah. Meski berada di posisi yang kerap dipandang sebelah mata, dedikasi dan loyalitasnya tak pernah surut.
“Pernah ditawari dulu sama Pak Bupati jadi lurah, saya jawab saya prinsipnya di mana saja ditempatkan untuk mengabdi selalu siap. Ternyata Pak Bupati betul-betul menjadikan saya lurah,” ungkapnya dengan rendah hati.
Penunjukan Arifin sebagai lurah bukan hanya keputusan administratif, tetapi simbol dari penghargaan terhadap kerja keras, kesetiaan, dan pengabdian tanpa pamrih. Di tengah sorotan terhadap birokrasi yang kerap dinilai tidak adil, kisah Arifin membawa harapan bahwa ketulusan masih dihargai.
“Terima kasih Bapak Bupati atas kepercayaannya. Saya akan mengabdi dan menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ucap Arifin, dengan penuh semangat.
Kini, dari balik kemudi truk sampah, Arifin naik ke kursi kepemimpinan. Sebuah kisah nyata bahwa dedikasi tanpa henti dan kerendahan hati dapat membuka jalan menuju kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar.
























