Menjadi Perempuan

Nurul Mawaddah Warahmah

bukabaca.id, Gowa – Menjadi perempuan memberikan banyak stimulan-stimulan tantangan. Pandangan mengenai perempuan membentuk stigma yang kadang mengerdilkan perempuan.

Beberapa pemikiran-pemikiran tentang bagaimana perempuan harusnya berperilaku, dibatasi mengambil bagian pada garda terdepan, melakukan hal yang diinginkan terkadang memberikan asumsi yang tidak mengenakkan.

Seolah-olah perempuan adalah permainan robot maha asyik yang bisa dimainkan sesuai asumsi publik yang berlaku.

Banyaknya tantangan yang dihadapi terkadang membuat beberapa perempuan menjadi minder. Banyak perempuan yang justru terkungkung, terpenjara oleh segala jenis dikte yang mendiskriminasi perempuan.

Takut dianggap bukan perempuan yang baik, takut dihakimi pemikiran-pemikiran tidak bertanggung jawab yang mempermainkan posisi perempuan.

Figur perempuan akhir-akhir ini banyak yang dapat dijadikan panutan. Namun, yang menjadi enigma kemudian adalah mengapa masih banyak perempuan yang tidak memiliki kekuatan untuk melepas kungkungan yang justru berada dalam dirinya sendiri? 

Layaknya angin perempuan berhak memilih kincir mana yang akan dia putar. Selama tidak melawan kodrat perempuan berhak berkembang, maju, dan menjadi apa yang diinginkan. Perempuanpun manusia, tak mungkin bersifat statis. Jangan takut, perempuan berhak memperjuangkan nilai-nilainya.

Perempuan cerdas dibutuhkan oleh peradaban, untuk melahirkan generasi-generasi yang mampu memperbaiki tatanan.  

Oleh: Nurul Mawaddah Warahmah

Baca Lainnya

Wajah Ganda Teori Politik

Redaksi BUKABACA.co.id
0
Wajah Ganda Teori Politik
Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page