NasDem Rombak Kemudi di Sulsel

NasDem Rombak Kemudi di Sulsel (foto/ist).

BUKABACA.co.id, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kembali turun tangan langsung mengatur arah partai di daerah strategis. Sulawesi Selatan wilayah yang selama satu dekade terakhir menjadi salah satu lumbung suara utama NasDem kini mengalami perombakan kepemimpinan di tingkat provinsi.

Melalui Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 23-Kpts/DPP-NasDem/I/2026, Surya Paloh menetapkan H. Syaharuddin Alrif sebagai Ketua dan drg. A. Rachmatika Dewi Y sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Selatan. Surat itu sekaligus mencabut SK sebelumnya yang diterbitkan pada 29 Juli 2025.

Dokumen yang diteken langsung oleh Surya Paloh bersama Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim pada 23 Januari 2026 tersebut menandai reposisi penting dalam peta kekuasaan internal NasDem di Sulawesi Selatan.

Pergantian ini bukan sekadar rotasi administratif. Dalam bagian Menimbang, DPP NasDem secara tegas menyebut perlunya konsolidasi organisasi pasca Pemilu 2024 serta penguatan struktur partai yang dinilai mampu menjalankan garis kebijakan DPP secara efektif dan loyal. langkah ini sebagai bentuk pengetatan kontrol pusat terhadap daerah-daerah kunci.

“Sulsel terlalu strategis untuk dibiarkan longgar. DPP ingin memastikan mesin partai berjalan satu komando,” ujar sumber tersebut kepada bukabaca.co.id, Selasa, 23 Januari 2026.

Penunjukan Syaharuddin Alrif dinilai sarat kalkulasi politik. Politikus asal Sidrap itu dikenal memiliki jaringan akar rumput yang kuat serta pengalaman panjang di legislatif daerah. Saat ini ia menjabat Bupati Sidrap dan sebelumnya wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagi DPP NasDem, figur Syaharuddin dianggap mampu menjembatani kepentingan elite partai dengan dinamika lokal yang kerap cair dan kompetitif. “Ia tipe pekerja lapangan, bukan sekadar simbol,” kata sumber internal partai lainnya.

Duet Syaharuddin Rachmatika juga diberikan mandat penuh untuk mengendalikan roda organisasi DPW NasDem Sulsel periode 2025–2029, termasuk melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Sulawesi Selatan selama ini menjadi barometer kekuatan NasDem di luar Jawa. Perubahan di pucuk kepemimpinan DPW hampir selalu berdampak pada peta koalisi lokal, kontestasi elite, hingga arah dukungan dalam pilkada dan pemilu legislatif mendatang.

Reposisi ini membuka babak baru, apakah kepemimpinan baru mampu mempercepat agenda kerakyatan dan menjaga dominasi elektoral NasDem, atau justru memantik friksi baru di internal partai.

Yang pasti, manuver Surya Paloh menunjukkan satu hal, untuk wilayah strategis seperti Sulawesi Selatan, kendali tak pernah benar-benar dilepas.

“Bismillah, Amanah dari Partai NasDem dan Masyarakat Sulawesi Selatan,” Syaharuddin Arif memungkasi.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page