Nelayan Tile-Tile Hilang di Pantai Timur Selayar
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Hilangnya Tn. S, 45 tahun, nelayan Dusun Tile-Tile, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, membuka kembali persoalan klasik keselamatan nelayan kecil di perairan timur pulau tersebut. Hingga Sabtu sore, 24 Januari 2026, korban belum ditemukan. Perahunya pun lenyap tanpa jejak.
Sarepe berangkat melaut sejak dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita, bersama tujuh rekannya. Mereka tidak berlayar dalam satu perahu, melainkan menggunakan sampan kecil masing-masing alat tangkap tradisional yang minim perlindungan terhadap perubahan cuaca maupun arus laut.
Lokasi tujuan mereka adalah perairan Pantai Timur Ngapaloka, Desa Patilereng, wilayah yang dikenal produktif ikan, namun juga menyimpan risiko tersembunyi.
Sekitar pukul 08.00 Wita, satu per satu rekan Sarepe telah kembali dan menepi di pantai. Mereka menunggu. Sarepe tak kunjung datang. Penantian berubah menjadi kecemasan.
Pukul 09.30 Wita, beberapa nelayan kembali menyisir laut, mengikuti jalur biasa Sarepe menjaring ikan. Hasilnya nihil. Tak ada tanda perahu, tak ada jejak jaring, bahkan serpihan kayu pun tidak.
Baru pada pukul 13.10 Wita, kabar hilangnya Sarepe disampaikan kepada keluarga dan diteruskan ke Tim SAR. Hampir dua belas jam sejak ia terakhir terlihat berangkat ke laut.
Tim SAR bersama Sertu Irfan Babinsa Desa Patikarya, tiba di lokasi pukul 14.57 Wita dan langsung melakukan pencarian. Menjelang petang, satu unit speed boat TNI AL dengan tiga personel tambahan dikerahkan untuk memperluas penyisiran. Hingga pukul 17.20 Wita, pencarian masih belum membuahkan hasil.
Minimnya petunjuk membuat analisis mengarah pada dua kemungkinan utama. Pertama, kerusakan perahu. Sampan kecil tanpa mesin kuat sangat rentan terhadap arus, terlebih jika terjadi kebocoran atau patah kemudi. Dalam kondisi seperti itu, nelayan bisa hanyut jauh dalam waktu singkat.
Kemungkinan kedua lebih mengkhawatirkan. Pada 7 Oktober 2025, seorang anak dilaporkan menjadi korban serangan buaya di Pantai Punagaan lokasi yang relatif berdekatan dengan wilayah Tn. S mencari ikan.
Fakta ini membuat dugaan serangan satwa liar tak bisa sepenuhnya diabaikan. Jika benar terjadi, perahu korban bisa saja terlepas dan hanyut tanpa awak. Namun hingga kini, semua masih berada pada wilayah dugaan.
























