Kriminal

Nomor WhatsApp Pejabat Selayar Dibajak

Ilustrasi.

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Sejumlah nomor WhatsApp milik pejabat di Kabupaten Kepulauan Selayar dilaporkan diretas. Dalam waktu beberapa pekan, pesan mencurigakan beredar, mengatasnamakan pejabat daerah dan mengundang penerima untuk menghadiri kegiatan tertentu.

Yusril Mahendra, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kepulauan Selayar, menjadi salah satu pihak yang pertama kali menyadari kejanggalan tersebut.

“Tadi tiba-tiba ada masuk WhatsApp mengatasnamakan pejabat di Selayar,” ujarnya kepada BUKABACA.co.id, Sabtu (11/4/2026).

Pesan itu, kata dia, tidak sekadar pemberitahuan biasa. Isinya berupa undangan menghadiri agenda tertentu, namun dikirim dari nomor yang belakangan diketahui telah diretas. Salah satu nomor yang disebut adalah milik seorang pejabat bernama Mursalim.

“Nomornya Pak Mursalim di-hacker,” kata Yusril.

Belum diketahui pasti sejak kapan peretasan ini terjadi. Namun pola yang digunakan bukan hal baru pelaku mengambil alih akun WhatsApp, lalu menyamar sebagai pemiliknya untuk membangun kepercayaan. Dalam banyak kasus serupa di daerah lain, modus ini kerap berujung pada penipuan mulai dari permintaan transfer uang hingga penyebaran tautan berbahaya.

Yang membuat kasus di Selayar ini mengkhawatirkan adalah targetnya, pejabat publik. Dengan posisi dan jejaring yang mereka miliki, potensi korban bisa meluas, termasuk kalangan ASN, pengusaha, hingga masyarakat umum yang mengenal atau mempercayai nama pejabat tersebut.

Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai kerugian materiil. Namun Yusril berharap agar aparat penegak hukum tidak menunggu jatuhnya korban.

“Kami berharap pihak Polres Selayar segera turun tangan sebelum ada penipuan,” ujarnya.

Upaya penelusuran terhadap jejak digital pelaku menjadi kunci. Biasanya, peretasan akun WhatsApp terjadi melalui teknik social engineering korban diminta memberikan kode verifikasi (OTP) tanpa sadar. Begitu akses didapat, pelaku dengan cepat menguasai akun dan mengganti pengaturan keamanan.

Kasus ini kembali menegaskan lemahnya literasi keamanan digital, bahkan di kalangan pejabat. Tanpa verifikasi dua langkah (two-step verification), akun WhatsApp rentan diambil alih hanya dalam hitungan menit.

Di sisi lain, respons cepat aparat menjadi penentu. Jika tidak segera ditangani, peretasan semacam ini berpotensi berkembang menjadi jaringan penipuan yang lebih luas, memanfaatkan nama-nama yang memiliki legitimasi publik.

Untuk diketahui, peretasan akun WhatsApp pejabat di Kepulauan Selayar berbuntut pada upaya penipuan. Pelaku mengirim pesan kepada sejumlah calon korban dengan modus meminjam uang hingga puluhan juta rupiah.

Pesan dikemas seolah-olah berasal dari pemilik akun, Mursalim, anggota DPRD Selayar, memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan penerima.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page