Nurul Arifin Sorot Mandat Perdamaian Indonesia
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Nurul Arifin, kembali muncul di ruang diskusi publik. Setelah cukup lama absen, ia tampil dalam program Mimbar Demokrasi @tvonenews, sebuah forum yang, menurutnya, menghadirkan dialog dengan beragam perspektif keilmuan dan opini para panelis, Selasa (3/3/2026).
Dalam perbincangan tersebut, isu perang menjadi pokok bahasan. Para narasumber mencoba mengurai akar persoalan konflik, memproyeksikan kemungkinan durasi perang, serta menimbang dampak yang ditimbulkan bagi tatanan global.
Nurul menilai forum semacam ini penting untuk menjaga nalar publik tetap jernih di tengah derasnya arus informasi.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia sebagai negara nonblok yang memiliki mandat konstitusional untuk ikut menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, peran diplomasi Indonesia tetap relevan, terutama dalam mendorong upaya deeskalasi konflik.
Harapan utama, kata Nurul, adalah agar perang tidak berlarut-larut. Ia menekankan pentingnya langkah konkret Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan tekanan politik yang efektif agar pihak-pihak yang bertikai bersedia kembali ke meja perundingan.
“Jangan sampai dunia terperangkap dalam perang berkepanjangan,” ujarnya.
























